Bulan Itu Lagi

Sudah bulan itu lagi. Terakhir bertemu itu ketika saya sedang tidak berada di tanah air. Meski jadi minoritas, rasanya damai sekali. Menahan lapar dan dahaga selama hampir 20 jam pun tidak terasa begitu memberatkan.

Tahun ini, ada kegelisahan saat menuju bulan yang penuh berkah ini. Beredarnya kabar-kabar tidak mengenakkan di berbagai penjuru dunia membuat saya benar-benar berharap bulan ini bisa membantu meredam itu semua. Semoga bulan ini bukan sekadar menundanya, tetapi juga menyadarkan kita dan menjauhkan kita dari permusuhan yang tidak seharusnya terjadi.

And when they hear ill speech, they turn away from it and say, “For us are our deeds, and for you are your deeds. Peace will be upon you; we seek not the ignorant.”

— QS. 28:55

Beberapa minggu terakhir memang banyak hal yang memenuhi pikiran saya. Ingin sekali dituangkan, tetapi rasanya yang ada hanya akan jadi emosi sesaat saja. Pedih, tapi sungguh tak ingin menularkannya pada sesama.

Mungkin bukan waktunya. Mungkin bukan tempatnya.

And the servants of the Most Merciful are those who walk upon the earth easily, and when the ignorant address them [harshly], they say [words of] peace,

— QS. 25:63