Fresh Install

Akhirnya, setelah hampir setahun, saya menginstal ulang Ubuntu di laptop. Ada perasaan menyenangkan setiap kali melakukan instal ulang ini. Fresh. Banyak hal-hal yang selama ini terasa sayang dibuang jadi mau-tidak-mau ikut terbuang. Dengan begitu jadi lebih banyak ruang kosong yang tersisa di harddisk yang tak seberapa besar ini. 😀

Karena saya terbiasa menggunakan Ubuntu versi LTS (Long-Term Support), jadi biasanya ini saya lakukan setiap dua tahun sekali. Meski begitu, terkadang saya menginstal ulang kurang dari kurun waktu tersebut — tergantung apakah laptopnya sedang berulah atau tidak. Karena, toh, dukungan untuk pembaruan Ubuntu LTS diberikan sampai lima tahun sejak rilisnya versi tersebut.

Faktanya, kita mungkin sudah menjadi digital hoarders sekarang. Banyak foto-foto, dokumen-dokumen, dan berbagai macam berkas lainnya yang kita tumpuk di dalam komputer. Padahal, mungkin berkas-berkas tersebut sudah tidak relevan lagi — sudah usang.

Makanya, setelah proses backup dilakukan, biasanya tidak semuanya saya restore kembali setelah proses instal ulang OS selesai. Ada berkas-berkas yang sengaja saya simpan di media eksternal dan ditinggalkan di sana. Jadi, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, tetap bisa diambil. By the way, Back In Time adalah kakas yang cocok sekali untuk kebutuhan ini. Recommended!

Seberapa sering Anda menginstal ulang OS Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s