Ada Apa dengan Line?

Saya suka bingung dengan orang-orang yang menjadikan Line sebagai media komunikasi utamanya. Apa enaknya sih? Dibandingkan dengan layanan pesan instan lainnya, Line terhitung berat untuk dijalankan di ponsel saya. Sudah begitu, banyak sekali notifikasi yang tidak penting, seperti iklan, misalnya.

Kalau mencari stiker, toh Telegram juga punya. Telegram bahkan lebih mudah untuk pembuatan stiker sendiri. Pun demikian dengan kemampuan untuk diakses melalui desktop atau web app. Oh, belum lagi masalah storage yang dibutuhkan – tidak masuk akal!

Dari sisi kenyamanan, yang muncul pertama di Line sekarang adalah news feed. Padahal, saya kan perlu ini untuk berkomunikasi? Tidak cukup kah ada Facebook dan Path, guys? Saya jadi hanya menggunakan Line Lite di ponsel saya untuk mengakomodasi kebutuhan beberapa orang kenalan yang memang menggunakan Line sebagai media komunikasi yang utama.

Yang saya paling heran, grup Line sudah banyak digunakan mengganti milis! Milis memungkinkan orang di luar grup tersebut untuk menyampaikan pesannya tanpa harus bergabung – tinggal dimoderasi. Nah, grup Line tidak memungkinkan ini kan? Anda kan juga perlu membedakan lingkungan profesional dan pertemanan?

Begini loh, Anda akan kesulitan untuk bisa berkorespondensi dengan orang-orang di luar Indonesia dengan menggunakan Line. Masa iya Anda mau minta akun Line-nya dulu? Belum tentu dia pakai Line juga kan? Agak aneh rasanya mendengar teman-teman saya yang pernah menemukan bahwa akun Line bahkan sudah menggantikan nomor ponsel di formulir untuk komunikasi kelompok.

Bukan berarti Anda tidak boleh pakai Line sama sekali loh. Namun, saya agak sulit mengerti mengapa Line jadi sangat menarik, terutama di kalangan anak muda zaman sekarang. Silakan digunakan, tapi ya jangan jadi terfokus pada satu media itu saja.

Apa jangan-jangan saya sudah jadi terlalu kolot?

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ada Apa dengan Line?

  1. Sering kejadian kayak gini nih, Pak :
    Karena apa-apa kontaknya di Line, pas kondisi darurat butuh komunikasi sementara jaringan internet lagi jelek, jadi bingung mau hubunginnya gimana karena nggak tau nomor handphonenya. Cuma tau akun Linenya. Haha.

    Bahkan sampe sekarang di kelas saya, saya yakin jarang (atau mungkin nggak ada seorangpun) yang punya semua nomor telepon temen-temennya lengkap. Paling cuma beberapa aja yang terdekat. Dan biasanya kalo butuh (orangnya nggak bales bales chat di Line) baru deh pada nanya di grup, “ada yang punya nomor si x nggak?”
    :”))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s