Pulang, Akhirnya!

Hai, sudah sekitar sebulan saya tidak menulis lagi di sini. Saya sedang memproses banyak perbedaan yang menggelitik semenjak kepulangan dari negerinya Ratu Elizabeth itu. Khawatir jadi protes saja, saya memilih untuk menikmati ini semua dulu supaya tidak terlalu meledak-ledak disampaikannya. Nah, berikut rangkumannya.

Lembap!

Perbedaan paling mencolok pertama yang dirasakan di tanah air setelah sekian lama adalah kelembapan udaranya. Akhirnya saya baru bisa menyadari apa itu udara yang lembap. Well, sebenarnya tidak benar-benar baru sih, karena saya sempat merasakan perbedaan ini ketika memasuki kebun botani di Edinburgh. It’s just… weird.

Iklim Jakarta yang panas ternyata juga cukup mengganggu di beberapa hari pertama di sini. Yang saya bingung, kenapa sekarang Bandung juga mulai terasa seperti Jakarta ya? Panas betul!

Berjalan Kaki

Iklim yang kurang bersahabat itu juga menambahkan faktor malasnya berjalan kaki di sini. Selain karena trotoar yang tidak memadai dan dipadati oleh berbagai macam benda yang tidak seharusnya ada di situ, hujan yang terus turun beberapa minggu terakhir membuat jalan kaki bukan pilihan yang baik. Padahal, di Edinburgh saya bisa jogging sampai sekitar satu jam menuju ke pantai, bukit, atau tempat menarik lainnya.

Di sisi lain, transportasi umum yang memadai dan teratur di UK juga membuat orang-orang tidak merasa perlu menggunakan kendaraan pribadi, kecuali memang mobilitasnya tinggi. Beda dengan kebanyakan kota di Indonesia yang menjadikan motor sebagai moda transportasi utama. Merekalah penempat kasta tertinggi di jalanan ibukota!

Namun, satu hal yang saya senangi adalah bus TransJakarta yang sudah mulai diremajakan dan ditambah armada dan jangkauannya. Di halte-halte juga sudah terlihat papan penunjuk waktu kedatangan bus berikutnya, dan ternyata relatif akurat! Sebuah kemajuan yang menarik sekali dalam setahun ini. Semoga saja MRT yang sedang dalam pembangunan ini juga bisa menjadi alternatif bagi para komuter ibukota.

Internet

Sebagai manusia abad ke-21, internet adalah kebutuhan yang sudah setara dengan sandang, pangan, dan papan. Masalahnya, kembali ke Indonesia berarti kembali ke negara yang mantan menteri kominfonya bisa-bisanya bertanya, “Internet cepat buat apa?” Belum lagi “jahatnya” penyedia layanan seluler yang paketnya terlalu banyak tanda bintang di ujung iklannya.

Kalau kecepatan, oke lah ya, itu masih bisa dimaklumi. Tapi, cara berbisnis para penyedia layanan seluler ini yang masih membuat saya gagal paham sampai sekarang. Terlalu banyak syarat dan ketentuannya!

Mari kita bandingkan. Pertama, di UK, kalau tertulis paketnya 500MB, ya memang segitu yang didapat, tidak ada tetek-bengek hanya berlaku di jaringan tertentu lah, jam tertentu lah, atau mungkin zona tertentu. Bahkan, ada bonus 150MB yang ditambahkan tanpa syarat! Jadi, beli 500MB, dapat 650MB!

Anda mungkin berpikir itu kecil, tapi ya hampir setiap tempat di sana sudah punya wifi untuk akses internet yang tak terbatas. Jadi, sebulan ya saya cukup beli 500MB saja, meski ada juga paket internet unlimited tanpa syarat untuk yang membutuhkan. Yang keren, paket internet itu masih bisa dipakai di Indonesia dan beberapa negara lainnya!

Kalau Anda beli paket baru padahal paket yang lama kuotanya belum habis, maka paket baru tersebut akan ditahan sampai kuota lama Anda habis. Jadi Anda tidak akan dirugikan! Coba sekarang saya tanya: penyedia layanan seluler mana di Indonesia yang mempunyai model bisnis seperti itu?

Epilog

Saya bercerita begini bukan berarti tidak cinta Indonesia. Well, saya memang sudah cukup sebal dengan Jakarta sih, tapi intinya adalah masih banyak yang bisa dan perlu diperbaiki dari negeri ini. Alhamdulillah, sudah ada beberapa perubahan yang terlihat. Makin banyak orang yang mulai ikut berbenah, termasuk munculnya orang-orang baik di dunia politik.

Cuma perlu optimisme dan usaha yang sedikit lebih kok!

Tidak sempurna, tapi layak diperjuangkan: Indonesia.

– Pandji Pragiwaksono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s