Dan Ramadan pun Berlalu…

Sudah mau habis lagi bulan Ramadan-nya. Ternyata pengalaman berpuasa di sini dengan di Indonesia tidak terlalu jauh berbeda. Puasa yang konon kabarnya mencapai 19,5 jam itu ya rasanya sama saja seperti berpuasa di Indonesia. Bedanya, malamnya jadi lebih pendek.

Malam yang lebih pendek di bulan Ramadan kali ini mengharuskan saya untuk tidak tidur di malam hari. Jadi, saya judulnya hanya beristirahat dari makan malam hingga waktu sahur tiba. Alhamdulillah, waktu malamnya jadi bisa lebih efektif dipakai buat ibadah di malam hari. Kalau tidak, ya bisa kebablasan nanti tidurnya.

Lalu, tidurnya kapan?

Seperti yang sempat saya tulis di pos sebelumnya, saat ini saya sedang dalam masa pengerjaan disertasi, jadi saya bisa tidur setelah subuh karena sudah tidak ada kuliah lagi. Biasanya, saya baru bangun lagi sekitar jam 11-an. Dengan begitu, tidur saya per hari masih bisa dicukupkan waktunya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Suasana Ramadan di kota ini kemungkinan besar akan saya rindukan setelah kembali ke tanah air nanti. Iftar bersama di tenda belakang masjid, sahur bersama teman-teman, dan ibadah malam hingga menjelang subuh telah menjadi bagian dari Ramadan kali ini. Semuanya terasa spesial.

Semoga amal ibadah yang telah dilakukan di Ramadan kali ini diterima, dan semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadan berikutnya.

Taqabbalallahu minna wa minkum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s