Another Ramadan

Ramadhan kali ini rasanya berbeda. Sangat jauh dari rumah, tidak bisa pulang sewaktu-waktu. Bahkan, lebaran kali ini pun kemungkinan akan dihabiskan di perantauan.

Tidak hanya jarak yang berbeda, waktu pun jadi pembeda Ramadhan kali ini dengan yang sebelum-sebelumnya. Jika biasanya durasi puasanya sekitar 14 jam, maka di tahun ini saya harus menghabiskan kurang lebih 20 jam dari terbit fajar hingga terbenam. Kekosongan hari-hari karena saya hanya tinggal berkutat dengan disertasi pun bisa jadi membuat puasa kali ini terasa lama sekali.

IMG_20160605_150333170
Bagian kecil dari supermarket di negara mayoritas non-muslim

Di belahan dunia yang berbeda ini, saya mungkin akan kehilangan berkumpul bersama teman-teman. Namun, itu juga artinya saya tidak perlu bermacet-macet di jalan raya menjelang waktu berbuka. Yah, Ramadhan itu memang seharusnya jadi bulan yang membuat kita jadi sibuk beribadah, bukan sibuk mencari lokasi berbuka yang enak di kala langit mulai memerah.

Bagaimanapun itu, Ramadhan tetap jadi bulan yang spesial. Ini adalah bulan saat ibadah dilipatgandakan pahalanya. Maka, berdasarkan perhitungan untung-rugi kita, sudah sepatutnya kita sama-sama meningkatkan ibadah di bulan suci ini — baik secara kuantitas, maupun kualitasnya.

Marhaban ya Ramadhan. Aku ingin menjadi hamba-Nya yang lebih baik lagi melalui Ramadhan tahun ini. Semoga setelah engkau berlalu kelak, aku akan memperoleh apa yang telah Tuhan janjikan dalam kitab-Nya: menjadi pribadi yang bertakwa.

Semoga Ramadhan kali ini membawa kedamaian bagi jiwa kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s