Road Trip – Part 2

Jadi pengalaman yang menarik karena medan yang kami tempuh tidak selalu mudah. Lepas dari perkotaan, berbaris-baris bukit dapat dilihat di kiri-kanan jalan. Menakjubkan. Pemandangan yang jelas akan dirindukan setelah perjalanan yang luar biasa ini.

Tak semua perbukitan di sini hijau. Saputan putih tak jarang masih terlihat — sisa-sisa musim dingin yang mungkin tak akan pernah lekang di dataran tinggi Skotlandia. Warna biru juga menjadi pelengkap keindahan panorama — danau-danau yang memantulkan langit yang cerah. Namun, itu semua tak selalu ada, Skotlandia lebih terkenal dengan awan kelabunya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Beruntunglah kami karena di titik-titik yang memang jadi tujuan wisata langit sedang bersahabat. Loch Ness yang termasyhur itu jadi terlihat sangat indah saat disusuri. Kita hanya perlu memilih di mana akan menghentikan kendaraan sejenak, bertekur.

Inverness

Inverness yang menjadi pemberhentian kami di hari pertama juga tak kalah indahnya. Kota yang dilalui sungai Ness ini tampak memesona di kala senja. Sekadar duduk-duduk di tepi sungai yang terjaga kebersihannya ini menjadi pelipur lara setelah menghadapi berminggu-minggu ujian akhir semester.

Hostel tempat kami menginap tak kalah menariknya. Warna-warni menghiasi berbagai sudutnya. Pemandangan pagi maupun senja sama luar biasanya jika Anda melongok sedikit ke luar jendela. Maksimal!

IMG_20160521_204211780_HDR
Pemandangan dari hostel

Namun, kota itu mungkin hanya ditakdirkan sebagai tempat singgah saja. Meski judulnya ibukota daerah Highland, geliatnya tak akan sama dengan Edinburgh atau Glasgow. Anda jelas tidak akan menemukan universitas ternama di sana.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jelajah Kastil

Salah satu objek wisata di United Kingdom tentu saja adalah kastil-kastilnya. Tersebar di berbagai penjuru pulau, Anda dapat menemukan kastil dalam berbagai ukuran. Ada yang masih utuh, ada juga yang tinggal reruntuhan. Namun, daerah utara Skotlandia memang surganya kastil-kastil yang indah.

Dengan menempuh perjalanan selama satu jam dari Inverness, Anda bisa menjumpai kastil Dunrobin yang terletak di pinggir pantai. Memang bukan kastil yang dapat Anda kunjungi dalam perjalanan pulang, tapi waktu yang diperlukan untuk mencapainya dapat dikatakan sepadan dengan yang didapat. Anda juga bisa melihat-lihat falconry di sana.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke bagian timur Skotlandia. Ada dua jalan yang dapat Anda pilih untuk menuju ke sana: jalan tol yang jalur utara atau jalan tengah yang melalui perbukitan dan jalan kecil pedesaan. Berhubung kami memang judulnya sedang jalan-jalan, maka kami memilih menyusuri jalan kecil pedesaan yang berbukit itu.

Perjalanan mungkin akan baik-baik saja kalau hujannya tidak sederas itu. Ya, medan yang naik-turun bukit, jalanan yang hanya dapat dilalui dua mobil bersisian — yang tak jarang menyempit, serta hujan deras bukan kombinasi yang menyenangkan. Tegang, tapi tentu jadi hal yang seru untuk dikenang kelak.

Dunnottar Castle lalu St. Andrews

Kastil yang jadi pemberhentian kami berikutnya ternyata menakjubkan. Berlokasi di tebing-tebing pantai Stonehaven, kastil ini seolah membayar lunas usaha yang diperlukan untuk mencapainya dari jalur yang kami lalui. Seorang teman seperjalanan malah bilang dia sempat menginap untuk menunggu matahari terbit ketika mengunjungi tempat ini setahun yang lalu.

Sayang sekali, kami sudah terlambat sekitar satu jam dari jadwal yang ditetapkan di awal. Masih banyak yang harus kami kunjungi, tetapi kami harus segera kembali ke Edinburgh. Maka, kami tak jadi berhenti di Dundee dan langsung menuju St. Andrews dari Aberdeenshire.

Sayang sekali, di daerah St. Andrews juga sedang mendung, waktu juga sudah menunjukkan pukul 8 malam. Meski matahari seharusnya masih bersinar, tapi gumpalan awan kelabu agak mengurangi keindahan kota kecil itu. Beruntung, saya sudah sempat mampir ke kota tersebut saat ada hackathon beberapa bulan yang lalu. Jadi, silakan dinikmati beberapa foto yang saya ambil beberapa bulan yang lalu ini.

Pulang

Kami beranjak pulang dari St. Andrews hampir jam 10 malam. Untungnya matahari musim panas masih tersisa, jadi jalanan tidak terlalu gelap, meski badan tidak bisa berbohong. Lelah.

Perjalanan kami berakhir dengan sangat menyenangkan di stasiun Waverley, tempat kami harus mengembalikan mobil sewaan. Perjalanan dua hari satu malam yang menempuh jarak sekitar 500 mil itu pun berakhir. Lelah, pegal, mengantuk, tapi jelas bahagia. 🙂

Semoga ada kesempatan jalan-jalan berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s