Road Trip – Part 1

Alhamdulillah. Salah satu keinginan-yang-sambil-lewat ternyata dikabulkan. Saya tidak menyangka ternyata dikasihnya persis seperti yang diangankan. Dulu itu sempat terpikir, “Kayaknya asyik kalau bisa road trip di UK. Bawa mobilnya lebih mantap kalau manual, biar semacam Top Gear gitu.”

Sebagai catatan, saya ini hanya bawa mobil manual saat kursus menyetir dulu. Lepas itu, mungkin bisa dihitung dengan jari kesempatan saya membawa mobil manual. Apalagi dengan kondisi Jakarta yang sangat tidak bersahabat bagi kaki pengendara tiga pedal, tentu saja mobil matic akan lebih menyenangkan.

Di sini, menyewa mobil matic sebenarnya lebih mahal daripada yang manual. Tapi, kebetulan waktu itu ada penyewaan mobil yang menawarkan harga yang cukup murah untuk mobil matic, rekomendasi seorang teman. Nah, dipesanlah segera setelah tanggal perjalanan ditentukan.

Namun, Tuhan ternyata berkehendak lain. Saya melakukan kesalahan kecil — tidak mengecek status konfirmasi penyewaan. Walhasil, di hari-H saya baru sadar bahwa reservasi di awal ternyata ditolak. Inilah yang akhirnya membuat kami memesan di penyewaan lain yang memang lebih banyak dipakai orang — mengingat cabangnya yang juga ada di mana-mana. Nah, jadi yang tersedia dengan harga paling murah tentu saja yang manual!

Setelah Sekian Lama

Saya mengiyakan saja ketika ditanya teman-teman saya bisa bawa manual atau tidak. Well, paling tidak saya pernah bawa matic Jakarta-Bandung dalam berbagai kondisi. Jadi, pengalaman di jalan rayanya sudah lumayan lah. Yang jadi masalah tinggal membiasakan diri menggunakan kaki kiri dan menggeser tuas perseneling.

I’ve never been so wrong.

Baru masuk mobil saja, sudah ada masalah dengan penyesuaian tempat duduk. Vauxhall Corsa yang kami sewa ini ternyata cuma punya dua pintu, jadi penumpang yang duduk di belakang harus masuk terlebih dahulu baru penumpang yang di depan bisa masuk. Masalah lainnya — yang sebenarnya saya sering temui di mobil lain — adalah penyesuaian posisi duduk dan jarak dengan kemudi. Diubah seperti apapun masih sulit untuk mendapatkan posisi yang nyaman.

Berbeda dengan mobil matic yang tinggal menginjak pedal gas dan rem sekadarnya, mobil manual mengharuskan pengemudi menginjak pedal kopling cukup dalam. Masalahnya, ketika kursinya saya majukan, maka lengan saya tidak dapat diluruskan dengan baik, jadi bahu saya agak tertahan. Ini yang belakangan menyebabkan bahu saya pegal luar biasa ketika sampai tujuan.

Masalah yang Lebih Besar

Ternyata ada yang lebih pelik daripada sekadar posisi duduk. Iya, memainkan persenelingnya. Mobil berhasil dihidupkan, dan setelah membaca doa dalam hati, saya masukkan ke gigi 1 dan mobil pun berjalan perlahan.

Masalah muncul karena tak lama kemudian mobil langsung mati lagi. Saat mau naik tanjakan di parkiran, mobil berkali-kali mati. Saya berusaha mati-matian menyembunyikan kepanikan. “Gila, masa’ enggak jadi jalan-jalan karena saya payah begini menyetirnya?” batin saya.

Ternyata, memang saya yang sotoy maksimal. Seorang teman kemudian menyadari bahwa mobil ini tidak ada dorongannya ketika berjalan dari kondisi berhenti. Yes, Anda yang mengemudi mobil manual mungkin sudah menduganya: saya salah memasukkan gigi. “Gigi 1” itu ternyata adalah “gigi 3”.

In my defence, posisi “R” itu ada di pojok kiri atas, jadi saya pikir untuk masuk gigi 1 itu tinggal dorong ke depan saja. I know, I know. So stupid, eh? Maklum lah, sudah lama tidak bawa manual. Mobil Eropa begini juga agak membuat kagok, posisi tuas lampu sein dan wiper-nya saja terbalik. Oh iya, untuk masuk ke gigi “R”, ternyata yang perlu dilakukan adalah menekan tombol yang ada di tuas perseneling, baru menariknya ke pojok kiri atas.

Anyway, akhirnya mobil berhasil berjalan dengan lancar. Tidak terlalu sering mati-mati lagi. Hanya saja karena masih agak deg-degan, saya terhitung agak sembarangan ketika membawa mobil di dalam kota. Setelah keluar dari Edinburgh lah baru mulai nyaman membawa mobilnya.

Nah, bagaimana perjalanannya dan apa saja yang kami temukan sepanjang jalan, akan saya sambung di pos berikutnya ya.

IMG_20160521_124205901
Persinggahan pertama: Numpang ke toilet

Drive safely, guys!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s