Roads Less Travelled

Kuliah akan selesai dalam dua minggu lagi. Agak deg-degan rasanya karena itu berarti saya harus bersiap-siap untuk menghadapi ujian dari dua semester sekaligus. Lebih pusingnya lagi karena itu artinya saya sudah mesti memulai menentukan lagi jalan yang mau saya pilih setelah semua ini berakhir. Mau apa lagi saya?

Masih ada keinginan saya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sejauh ini sudah ada dosen dan topik yang saya tertarik untuk pelajari lebih lanjut. Sayangnya, ini berarti saya harus agak bergeser dari jurusan yang sedang saya jalani sekarang. Yah, semua orang saya yakin cukup tahu bahwa yang namanya perubahan itu selalu bikin sakit perut.

Saya selama ini selalu berpikir bahwa salah satu cara untuk meninggalkan jejak dalam hidup ini adalah untuk menjadi yang berbeda. Taking roads less travelled. Namun, tentu itu berarti membuat diri ini secara konsisten dalam perubahan — sakit perut secara konstan. Kekhawatiran tentang apakah jalan yang saya ambil ini adalah “jalan pintas” atau justru “jalan yang menyesatkan” selalu menghantui.

Saya cuma terus mencoba untuk percaya bahwa skenario Tuhan tentu yang terbaik. Tidak usah bimbang. Kalau lah ternyata jalannya salah, ada cara Tuhan nanti untuk mengembalikan saya ke jalan yang benar. Yang penting saya mau bergerak, bukan berdiam di tempat — yang berarti tidak akan pernah sampai ke tujuan. Yah, semoga saja Tuhan berikan kekuatan untuk kita semua yang sedang berjuang demi kebaikan sesama.

Bismillah.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Roads Less Travelled

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s