Berhenti Mendewasa

Saat kecil dulu, rasanya kita ingin sekali cepat dianggap dewasa. Menjadi orang dewasa itu terlihat keren di mata kita. Naik kelas dari memakai pensil menjadi memakai pulpen saat SD saja senangnya bukan main. Bagi sebagian orang, menjadi dewasa itu mungkin ditemukan saat menghindari penambahan gula pada kopi hitamnya.

Saat sudah dewasa, kok ya menjadi anak kecil itu terlihat nikmat sekali ya? Hidupnya bebas dari beban. Setiap hari hanya diisi dengan bermain dan bertemu dengan teman-teman. Seru sekali bisa bermain tanpa harus berpikir konsekuensi apa yang akan dihadapi esok hari. Kita bahkan rela bangun pagi-pagi untuk bermain game kesukaan.

Bermain

Dari semua hal yang “tidak enak” dari menjadi dewasa, salah satu yang saya amati sering hilang adalah kemauannya untuk bermain. Menjadi dewasa dianggap harus serius. Saya ingat sekali ketika bermain-main ke Pentland Hills kemarin hanya segelintir orang dewasa yang ikut bermain snowtubes. Padahal, hey, ini menyenangkan sekali untuk dicoba loh*!

Lihat, betapa bahagianya wajah teman saya saat bermain snowtube! 😀

Sekarang, berikan alasan kepada saya mengapa orang dewasa tidak boleh bermain? Kalau Anda tahu jawabannya, pertanyaan berikutnya adalah apakah Anda masih suka bermain-main? Banyak mainan yang ingin dicoba, tapi mungkin sudah malu duluan, “Sudah tua,” katanya.

Rasa Ingin Tahu

Hal lain yang biasanya berkurang saat jadi orang dewasa adalah rasa ingin tahu. Banyak hal yang dianggap tidak penting sehingga tidak dicoba dilakukan. Padahal, mungkin ada sesuatu yang indah di baliknya, yang mengingatkan saya akan cerita seorang teman yang berhasil mengalahkan keraguan hatinya dan menjawab rasa ingin tahunya.

Rasa ingin tahu atau rasa penasaran itu jangan dibiarkan mati, karena dari situlah muncul inovasi-inovasi. Pertanyaan-pertanyaan yang terdengar bodoh yang berseliweran di otak itu perlu dicari tahu jawabannya. Katanya Steve Jobs juga, “Stay hungry, stay foolish.”


Nah, jadi untuk menjawab rasa ingin tahu saya dan dalam bentuk sebuah permainan, saya baru-baru ini mencoba membuat simulasi dari sebuah pertanyaan di kuliah pertama Algorithmic Game Theory and Its Application. A food for thought, sebuah pertanyaan menggelitik dalam menyusun strategi untuk memenangkan permainan sederhana. Anda bisa mencobanya di tautan di bawah ini.

http://agta.aliakbars.com

Selamat bermain dan “berhentilah mendewasa”!


*) Hanya menarik di 15 menit pertama. Lama-lama bosan juga karena lintasannya terlalu pendek.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Berhenti Mendewasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s