London (Part 3: COYS)

Rencana awalnya, saya pulang hari Minggu siang. Padahal, saya sebenarnya sudah libur, jadi tidak ada kebutuhan untuk pulang cepat-cepat. Eh, tapi ternyata saya cukup “beruntung” karena kepulangan saya terpaksa tertunda sehari(!) Well, agak jahat untuk bilang beruntung, karena sebenarnya tertundanya kepulangan saya adalah karena banjir yang terjadi di daerah Lancaster sehingga akses kereta ke Edinburgh terhambat. Teman saya yang harusnya pulang Sabtu sore pun terpaksa menunda kepulangannya menjadi Minggu pagi.

Jadi, hari itu saya manfaatkan untuk bermain-main ke klub favorit saya di daerah London utara. Karena saya orangnya agak anti-mainstream, klub London utara yang saya favoritkan bukanlah tim gudang peluru, tapi klub rivalnya yang sempat punya nama-nama hebat seperti David Ginola, Jürgen Klinsmann, Gareth Bale, hingga — yang teranyar — Harry Kane. Yes, it’s Tottenham Hotspur!

Spurs Shop

IMG_20151206_114238166_HDR
Dengan muka yang masih lelah sehabis ngoding semalam suntuk

White Hart Lane — stadium Spurs — hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari tempat saya tinggal. Sayangnya, hari itu sedang tidak pertandingan di stadium, Spurs baru bermain tandang sehari sebelumnya. Walhasil, saya hanya datang ke toko merchandise-nya dan ikut stadium tour!

Tentu kalau mampir ke tempat seperti ini yang dicari adalah jersey atau kit. Nah, sedikit tips buat yang mau agak hemat, coba tanyakan kit musim lalu. Biasanya harganya jauh lebih murah daripada kit yang baru. Saya membeli itu karena saya pikir toh tahun depan juga kit-nya akan ganti lagi. Dari sisi desain, saya malah lebih suka kit dua tahun yang lalu. Anyway, penghematannya tidak tanggung-tanggung: £35!

Nah, tadinya kan saya cuma mau foto-foto di depan stadium saja, tapi ternyata dari luar tidak begitu menarik*. Setelah bertanya-tanya tentang stadium tour, akhirnya saya dan Ataka — teman saya yang berbaik hati menemani saya jalan-jalan hari itu, membeli tiket seharga £20 di Spurs Shop untuk 1,5 jam keliling stadium.

Stadium Tour

Di kebanyakan stadium, biasanya disediakan fasilitas stadium tour dengan harga yang kurang lebih sama di sepanjang Inggris. Saya baru tahu kalau Wembley Stadium, markas tim nasional Inggris, pun punya stadium tour. Silakan cek situsnya untuk tahu informasi lebih lengkap.

IMG_20151206_130617824

Nah, di White Hart Lane, tur dimulai dari ruang konferensi pers. Kesan pertama dari ruangan ini adalah: sempit. Meski bisa menampung hingga sekitar 40-an orang, jarak antarbangku itu sempit sekali. Tak heran ruangan ini jarang dipakai untuk pengenalan pemain baru.

Ada sedikit cerita menarik tentang ruang konferensi pers ini. Hanya ada dua pemain di zaman modern yang diperkenalkan di ruang konferensi pers ini: David Bentley dan Roman Pavlyuchenko. Bentley tidak begitu berkesan nampaknya bagi para penggemar Spurs, tetapi lain halnya dengan Pavlyuchenko. Pemain Russia ini konon kabarnya sempat nyasar saat menuju ke White Hart Lane saat akan diperkenalkan di ujung musim transfer. Akhirnya, terpaksa penyerang bertubuh jangkung ini diperkenalkan di ruang konferensi pers.

IMG_20151206_131707782
Pemandu tur akan dengan senang hati membantu mengambil foto Anda

Kami kemudian diajak berkeliling lagi ke bangku penonton eksekutif, ruang trofi, ruang cendera mata, ruang ganti pemain, dan berakhir di pinggir lapangan hijau. Banyak hal yang baru saya ketahui setelah tur ini, termasuk nama Bill Nicholson yang menjadi legenda di klub berlambang ayam jantan ini.

Sang Legenda

Bill Nicholson adalah seorang pekerja keras. Kehebatannya sebagai seorang pemain dan kemudian manajer di Spurs begitu diakui hingga ia masuk ke dalam jajaran English Football Hall of Fame. Ketika ia menangani Spurs pertama kali sebagai manajer, kondisi Spurs saat itu sedang kurang berprestasi. Namun, kemenangan 10-4 atas Everton membuktikan kelas dari pelatih yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di dekat White Hart Lane tersebut.

Bill bukan manajer sembarangan. Gilanya, sementara sebagian besar orang bersuka cita karena menang besar atas Everton tersebut, Bill masih tetap membahas secara serius 4 gol kemasukan dari tim lawan! Tak heran manajer bernama lengkap William Edward Nicholson ini berhasil memperoleh trofi UEFA Cup di tahun 1972. Dedikasinya yang begitu tinggi kepada klub memang patut diacungi jempol.

Any player coming to Spurs, whether he’s a big signing or just a ground staff boy, must be dedicated to the game and to the club. He must never be satisfied with his last performance, and he must hate losing. — Bill Nicholson

Lapangan Hijau

Kembali ke cerita jalan-jalan saya, hal yang berkesan lainnya di luar mengenal sosok manajer legendaris itu tentu adalah ketika melihat lapangan hijau secara langsung. Ketika keluar menuju tempat para eksekutif menonton pertandingan, ada perasaan luar biasa yang menerpa wajah saya. Saya tidak bisa menyembunyikan senyum kala itu. It was absolutely breathtaking.

IMG_20151206_132032013_HDR
Dari tribun eksekutif

Ada beberapa fakta menarik tentang lapangan hijau. Dari foto di atas, terlihat bahwa lapangannya tidak sepenuhnya hijau. Warna kuning itu berasal dari lampu-lampu yang fungsinya adalah merawat rumput lapangan di musim dingin seperti sekarang ini. Fakta lainnya dapat Anda ketahui kalau Anda melihat lapangan dari pinggirnya: lapangan hijau itu ternyata tidak rata! Lapangan hijau didesain agak cembung di tengah untuk menghindari air yang menggenang di kala musim hujan.

Kalau Anda cukup teliti, Anda akan menemukan lambang ayam jantan yang terpasang di atap stadium. Lambang yang terbuat dari perunggu tersebut merupakan time capsule. Ketika White Hart Lane selesai direnovasi nanti, time capsule ini akan tetap dijaga sebagai penanda sejarah dari stadium yang lama.

Daripada ceritanya jadi terlalu panjang lagi, saya sertakan beberapa foto saja ya untuk melengkapi ceritanya. Semoga caption yang diberikan di setiap foto bisa membantu Anda melihat lebih jelas sudut-sudut menarik dari stadium ini. Akan tetapi, ada satu bagian yang saya rasa sangat menarik untuk diceritakan: ruang ganti.

Trik Ruang Ganti

Setiap stadium selalu memiliki ruang ganti untuk tim kandang dan tandang. Anda tentu sering mendengar bahwa bermain di stadium sendiri itu punya keuntungan yang besar. Nah, salah satunya adalah karena ruang ganti ini.

Peraturan tentang ruang ganti tim tandang ternyata sederhana sekali, yang penting ada hal-hal seperti ruang utama, shower, dan ruang medis. Sederhananya peraturan ini sering menjadi celah untuk mengakali ruang ganti tim tandang. Beberapa klub membuat ruang ganti tim tandang berbentuk huruf L atau diberi kolom-kolom sehingga menyulitkan komunikasi saat briefing. Ada juga yang memberikan bau-bauan tertentu di ruang ganti. Anda mungkin ingin melihat artikel ini untuk tahu lebih lanjut.

Ruang ganti tim kandang berbeda 180 derajat. Di White Hart Lane, Anda akan melihat tiga televisi, masing-masing untuk membantu briefing barisan penyerang, gelandang, dan pemain bertahan. Kamar mandi pemain pun tidak boleh dimasuki sembarangan orang. Di stadium Chelsea konon kabarnya bahkan pemain bisa memesan wangi-wangian khusus untuk loker mereka masing-masing! Setelah melihat hal-hal seperti ini baru saya benar-benar paham bahwa keuntungan kandang itu nyata adanya.

IMG_20151206_141530447
Pemain akademi yang mulai bersinar

Akhir dari Tur

Perjalanan berkeliling stadium sekitar 1,5 jam berakhir di pinggir lapangan hijau. Setelah itu, kami keluar melalui lobi utama yang biasanya diperuntukkan sebagai jalur masuk penonton VIP. Overall, it was a lovely afternoon inspite of the gloomy sky.

Kalau Anda bertanya apakah uang yang dikeluarkan sepadan dengan yang didapatkan, saya akan menjawab iya. Terlebih lagi kalau stadium yang Anda sambangi itu milik klub kesayangan Anda. Namun, saya cukup yakin kalau stadium legendaris semacam Camp Nou, Santiago Bernabeu, atau yang lebih modern seperti Allianz Arena punya daya tarik tersendiri.

Perjalanan saya kemudian dilanjutkan ke British National Museum, King’s College London, dan restoran Nusa Dua hari itu. Namun, disimpan dulu untuk pos selanjutnya ya? Selamat beraktivitas lagi!


* Klub yang tidak terlalu besar biasanya memang tidak banyak spot menarik untuk berfoto-foto ria dari luar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s