Privasi vs. Rekomendasi

image
One-tap reply

Canggih memang Google ini. Meski memang pada akhirnya orang-orang jadi ribut karena masalah privasi, tapi hal-hal seperti ini bukan mainan yang sederhana (seharusnya). Mengapa saya bilang begitu? Karena one-tap reply semacam ini tidak muncul di semua e-mail. Artinya, ada pembelajaran yang dilakukan terhadap bahasa yang digunakan dalam e-mail tersebut sehingga tahu kapan one-tap reply tersebut dapat diberlakukan.

Hal semacam ini juga yang dulu menjadi protes orang-orang saat menyadari bahwa ada targeted ads yang muncul ketika membuka e-mail mereka. Salah satu contohnya bisa dilihat di sini. Nah, biasanya yang lebih berisik dalam hal seperti ini itu orang-orang Eropa dibandingkan Amerika.

Satu hal yang saya sadari setelah tinggal beberapa minggu di sini adalah munculnya tulisan “Privacy reminder” hampir di setiap situs yang menggunakan cookies. Sementara, hal yang sama seingat saya tidak pernah muncul di Indonesia. Boro-boro masalah privasi dalam membuka situs, nomor ponsel saja dengan mudah didagangkan ke mana-mana di Indonesia.

Privacy reminder dari Google
Privacy reminder dari Google

Kembali ke masalah rekomendasi, sebetulnya hal seperti ini jadi sesuatu yang menarik, tapi sekaligus bisa “mengerikan”. Bayangkan misalnya Anda datang ke sebuah restoran — restoran ya, bukan warung atau lepau — dan pesanan Anda terekam dengan akurat sehingga pramusaji dapat langsung menawarkan menu yang biasa Anda pesan ke sana. Berbeda dengan warung atau lepau yang memang biasanya interaksi antara penjual dan pelanggan lebih intensif, hal yang sama jarang sekali ditemukan di restoran. Biar lebih seru, bayangkan bahwa rekomendasi seperti itu datangnya dari pramusaji yang masih trainee. Anda akan berpikir, “Dari mana dia tahu menu favorit saya?”

Kalau itu kurang “mengerikan”, Anda mungkin pernah baca kasus sebuah perusahaan retail yang bisa mengetahui bahwa seorang anak gadis hamil bahkan sebelum ayah dari gadis itu tahu. Kalau belum, beritanya bisa Anda lihat di sini. Hanya berdasarkan pencarian barang yang dilakukan gadis tersebut saja, “mesin pintar” milik perusahaan tersebut sudah tahu kondisi yang sangat privat itu.

Bagaimana pendapat Anda mengenai trade-off ini?

Iklan

2 tanggapan untuk “Privasi vs. Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s