Makan yang Mendekatkan

Rezeki memang datang dari arah yang tak terduga. Alhamdulillah. Hari ini saya dua kali dapat ajakan makan. Siangnya saya diajak teman satu angkatan beasiswa untuk makan di flat-nya. “Gue bikin spaghetti nih,” begitu bunyi pesan WhatsApp-nya ke saya.

Anaknya memang sering masak, dan memang lebih jago daripada saya untuk urusan tumis-menumis. Yah, paling tidak yang sangat jelas adalah dia senang makan, terlihat dari ukuran tubuhnya. Walau dia mengaku menjadi lebih kurus semenjak di sini. Hahaha…

Nah, yang lebih seru sebenarnya adalah ajakan makan yang kedua. Selesai shalat maghrib di masjid, saat saya sedang duduk-duduk dan melihat beberapa pesan yang masuk ke ponsel, tiba-tiba seseorang bertubuh cukup besar bertanya pada saya, “Would you like some food?

Tidak lama bagi saya untuk memutuskan mengiyakan ajakan tersebut — tidak seperti biasanya. Berhubung saya memang belum makan malam dan judulnya mau menambah kenalan, kesempatan ini tentu tidak boleh dilewatkan. Walhasil, saya mengikuti beliau menuju lantai bawah masjid.

Wajah beliau familiar bagi saya. Hampir setiap kali shalat di masjid memang beliau sering terlihat. Namun, awalnya saya agak bingung juga kan. “Is there any special occasion?” tanya saya. Saya pikir memang mau ada suatu acara di masjid. Beliau kemudian berkata bahwa tidak ada acara khusus sebenarnya.

Tadinya, beliau akan bertemu dengan seseorang — yang nampaknya datang dari jauh. Namun, kedatangan temannya tersebut tertunda. Karena makanannya masih banyak, jadi dibagi-bagilah dengan orang-orang yang kebetulan sedang berada di masjid juga.

Makanannya sendiri menarik, “Moroccan/Algerian done by Palestinian,” kalau kata beliau. Ya, beliau memang orang Palestina, tapi sudah 20 tahun tinggal di Edinburgh. Masakan itu dibuat oleh istrinya untuk dua orang, tapi ternyata empat orang yang makan pun belum berhasil menghabiskannya — ada seorang Aljazair dan imam masjid yang juga ikut makan saat itu.

Sebagai pembuka, tersedia dua mangkuk sup. Dari yang terlihat, sup tersebut berisi jagung, courgette, dan sayur-sayuran lainnya. Rasanya mengingatkan saya akan sup krim yang biasa ibu masak dulu. Apalagi gratis kan, enak betul rasanya. 😛

Yang seru adalah hidangan utamanya: satu mangkuk besar couscous! Saya yang selama ini cuma tahu couscous dari TV, akhirnya bisa merasakan juga. Masalahnya, kalau beli dan masak sendiri takut gagal. 😛

Saya sempat mengira teksturnya akan keras, tapi ternyata tidak sama sekali. Dari segi rasa, ditambah dengan daging, bawang bombay, dan bumbu-bumbu lainnya, saya cuma bisa bilang: mantap! Ada kemiripan dengan masakan India dalam bumbunya nampaknya, tapi tidak sekuat itu. Jadi, pas lah semuanya. Oh iya, sebagai pelengkap ada sayur-sayuran yang terdiri dari brokoli, kentang, wortel, dan kembang kol yang nampaknya dimasak dengan menggunakan mentega. Tentu saja kenyang betul saya malam ini.

Sayangnya tidak terlalu banyak yang jadi pembicaraan antara saya dan teman makan saya kali itu. Tiga orang selain saya lebih banyak berbicara menggunakan bahasa Arab, dan berhubung saya tidak mengerti, jadi tidak bisa ikut berbicara. Padahal, nampaknya seru kalau bisa belajar banyak dari mereka.

I didn’t catch your name,” kata beliau saat selesai membereskan makanan dan tikar yang menjadi alas kami duduk.

“Ali,” jawab saya sambil menjabat tangan beliau.

“Subhi, as in subh,” ujar beliau sambil tersenyum.

Anyway, makan malam kali ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Cukup menghangatkan suasana di tengah kencangnya angin yang bertiup di luar. Saya pun berpamitan dan mengucapkan terima kasih sekali lagi sesaat setelah beliau selesai menunaikan shalat sunnah. Sekali lagi terbukti bahwa memang makanan itu bisa mendekatkan orang.

Semoga silaturahim ini bisa terus berlanjut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s