BYOD

Di zaman modern seperti sekarang, BYOD atau Bring Your Own Device sudah merupakan hal yang lumrah. Dengan menerapkan peraturan seperti itu juga, seorang pegawai tidak diwajibkan untuk berada di kantor selama jam kerja, asalkan pekerjaannya dapat diselesaikan pada waktunya. Banyak orang yang malah berkata bahwa bekerja 9 to 5 itu sudah kuno.

Ada benarnya memang untuk memberikan keleluasaan dalam bekerja bagi para pegawai, terutama bagi mereka yang bekerja di industri kreatif. Google sebagai kiblat bagi banyak perusahaan di dunia bahkan menerapkan sistem 80-20: dari waktu 9-5 setiap hari kerja, 80% waktu untuk pekerjaan kantor dan 20% sisanya dapat diisi dengan apapun. Dampaknya memang menarik, karena banyak produk Google yang sebetulnya merupakan pengembangan dari proyek yang dikerjakan dalam waktu 20% itu.

Jam kerja yang “dikaburkan” ini nyatanya juga memberikan suatu dampak yang menarik bagi para pekerja itu sendiri. Meski kelihatannya jadi banyak waktu kosong, sebagian besar dari para pekerja tersebut ternyata harus membawa pekerjaan tersebut sampai di saat-saat kosongnya. Hampir setiap waktu pikirannya bisa jadi terisi oleh pekerjaan kantor yang belum selesai. Salah satu yang benar-benar merasakan dampaknya adalah saya sendiri.

Saya memang beberapa kali diberikan keleluasaan untuk bekerja dari luar kantor. Kasarnya, saya bahkan tidak mengenal jatah cuti, karena keleluasaan tersebut. Namun, dampaknya saya benar-benar harus bisa dihubungi hampir setiap saat. Bahkan, di saat saya tidak masuk kantor karena sakit, saya terkadang masih harus mengelola beberapa data atau mengubah konfigurasi dari suatu aplikasi dari tempat tidur saya.

Masalah tersebut menjadi semakin pelik karena saya bekerja di bidang kesehatan masyarakat — khususnya di kasus-kasus tuberkulosis. Kalau di bidang bisnis, terlewat satu-dua klien mungkin tidak masalah. Walakin, yang saya urus itu bisa jadi bersangkutan dengan hidup-mati orang lain. Well, yes, TB itu dekat sekali dengan kematian. Datanya menunjukkan bahwa 50% orang yang menderita TB berujung pada kematian. Mengerikan bukan?

Jadi, Anda sendiri, memilih gaya kantoran yang seperti apa?

Iklan

2 tanggapan untuk “BYOD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s