Bertanya

Proses menulis sejatinya adalah proses pengkristalan pikiran. Hal-hal yang selama ini berkeliaran dicoba diejawantahkan menjadi sesuatu yang lebih tahan lama, yang lebih bisa menjangkau khalayak ramai. Proses menulis juga sejatinya adalah proses menjawab setiap pertanyaan yang selama ini mengusik.

Banyak tulisan saya yang muncul dari sebuah pertanyaan, dari sebuah keresahan. Pada akhirnya, pertanyaan itu akan terjawab, tapi ada juga yang tetap menjadi misteri. Semua berhulu pada, “Kenapa ya kok bisa begini?”

Sampai saat ini, saya pun masih bertanya-tanya tentang pernyataan pertanyaan — meta-tanya. “Ignorance is bliss,” katanya. “Curiosity kills the cat,” menurut mereka. Apa iya bertanya itu sedemikian “berbahaya”?

Sejarah memang mengisahkan bahwa mereka yang terlalu banyak tanya akan terkena batunya, seperti halnya Bani Israil ketika diminta menyembelih seekor sapi. Namun, di dalam kitab juga dikatakan bahwa tanda-tanda kekuasaan Tuhan itu hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang berpikir. Bagaimanalah kita akan berpikir kalau tidak ada pertanyaan yang mengawalinya — tidak ada rasa keingintahuan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s