Predictably Irrational

Katanya, sakit hati mampu membuat seseorang menjadi seorang pujangga. Perkataan itu memang ada benarnya. Karena cinta sejatinya adalah sebuah perasaan yang amat sederhana. Sesuatu yang semua orang bisa mengalaminya, dalam berbagai bentuknya.

Saya jadi teringat kata-kata Sting dalam salah satu konsernya, kurang lebih seperti ini,

Dalam membuat lagu itu, kalau ceritanya “saya cinta kamu, dan kamu cinta saya”, itu akan jadi membosankan. Saat ceritanya jadi “I love you, but you love somebody else,” now, that’s interesting.

Salah seorang dosen Apresiasi Sastra dulu juga mengungkapkan sesuatu yang senada. Mungkin itu sebabnya kebanyakan buku di luar sana, terutama mungkin teenlit, lebih banyak membahas permasalahan yang luar biasa kompleks ini.

***

Bagi orang seperti saya, yang terlalu sering mengedepankan logika dan struktur — pekerjaan menuntut saya berpikir sepert itu, hal yang bernama cinta ini menjadi sesuatu yang luar biasa aneh. Ada masanya ketika cost-benefit analysis menjadi tidak berlaku — atau harus dikesampingkan. Lonjakan-lonjakan emosi yang terjadi acap kali bukanlah sesuatu yang mesti dipahami, melainkan hanya perlu dirasakan.

I’ve tried so many times to regain my sanity when love struck in. But, then I failed miserably in love.

Cinta itu irasional dan tak jarang memang membuat kita bertindak seperti itu. Banyak sekali yang akan kita lakukan hanya atas nama cinta. Mengapa? Hanya karena kita senang melakukannya! Dari sekian irasionalitas itu, mungkin hanya satu hal yang bisa dipahami,

You can’t hurry love. No, you just have to wait.

Iklan

6 tanggapan untuk “Predictably Irrational

      1. Lucu aja, kamu emang harus sadar sendiri dulu kan kalau yang seperti ini memang nggak bisa dibuat instan.
        You can’t hurry love. You just have to wait, right?

  1. You know you can make yourself fall voluntarily, but you know how to land
    But the real fall is when you do not know when you will fall involuntarily.

    That’s how fallen in love works. You know you have fallen when you do not realize it. If you force it to fall, you know how to land, and that’s not the point at all.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s