100 Days of Me

Akhirnya!

Seperti yang pernah saya tulis di sini, kumpulan videonya sudah selesai, tapi belum dikompilasi. Nah, akhirnya setelah dua hari ini berkutat dengan kode dan video, hasilnya sedang naik tayang! Hasilnya tidak terlalu memuaskan bagi saya, tapi paling tidak ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil di sini.

Dokumentasi dengan gaya seperti ini ternyata memang super-menarik setelah disatukan! Itu baru 100 hari, bayangkan kalau 365 hari kita dalam setahun berhasil direkam sedetik saja setiap harinya untuk kita lihat di akhir tahun, mantap kan? Masalahnya, ide yang saya canangkan juga sebagai resolusi tahun ini ternyata sudah banyak dilanggar. Sudah beberapa hari terlewat dari rekaman kamera.

Pelajaran #1: Konsistensi itu susah, tapi buahnya manis.

Masalah berikutnya muncul ketika saya mencoba mengompilasi video tersebut. Berhubung saya agak malas, jadi saya coba mencari-cari bagaimana menyatukan semua video itu dengan program (baca: di-coding). Dengan menggunkan pustaka moviepy, akhirnya dibuatlah beberapa baris kode itu. Eh, ternyata beberapa kali muncul error.

Jadi, kode yang dibuat ini secara otomatis mengambil semua video, lalu mengambil hanya 1 detik dari video-video tersebut. Masalah, ternyata ada video rekaman saya yang kurang dari 1 detik! Jadilah, video yang kurang dari 1 detik itu saya buang. Lalu, saya hanya mengambil subclip-nya di 1 detik pertama, karena banyak video yang tidak lebih dari 1 detik. #gamaurepot

Sedihnya, banyak momen yang sebenarnya menarik, tapi terpotong. Selain itu, di 1 detik pertama terkadang tidak langsung menyorot inti “cerita”-nya. Ini juga terjadi karena saya masih sering takut-takut untuk mengambil video dengan langsung menyorot yang di hadapan saya. Agak disayangkan memang.

Pelajaran #2 & #3: Repot-repot sedikit itu perlu kalau mau hasilnya lebih bagus & jangan malu untuk menyorot langsung kejadian, apa sih yang mungkin jadi konsekuensi terberatnya?

Nah, karena video ini juga sifatnya cuma sepotong-sepotong, saya juga baru menyadari satu hal lagi. Jangan membuat gerakan menyapu untuk mengambil keseluruhan cerita, waktunya cuma 1 detik. Jadi, pelajaran berikutnya adalah…

Pelajaran #4: Mundur beberapa langkah untuk memasukkan semua objek ke dalam satu bingkai itu lebih dianjurkan.

Oke. Jadi, sekarang video yang naik tayang tidak mengalami post-processing yang terlalu banyak dan masih banyak kekurangan di sana-sini. Namun, untuk memberikan gambaran, semoga video ini bisa menginspirasi pembaca untuk membuat video sejenis.

Oh, satu lagi. Post-processing video itu ternyata memang membutuhkan komputer tingkat tinggi. Kompilasi videonya terpaksa saya bagi tiga kelompok. Memori yang perlu dialokasikan terlalu besar kalau dibuat sekaligus. :mrgreen:

Selamat bereksperimen!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s