Mabuk Facebook

Deaktivasi Facebook saya gagal. Karena kebutuhan untuk mengagihkan sebuah artikel di blog saya yang lain (tentangdata.wordpress.com), akhirnya saya aktifkan lagi akun Facebook saya. Teman-teman yang saat ini juga sedang mengerjakan proyek bersama saya juga menyatakan bahwa Facebook Messenger lebih mudah untuk sarana komunikasi.

Jeleknya, ini berarti kebiasaan membuka bilah Facebook menjadi meningkat lagi. Bawaannya selalu membuka Facebook, mencari notifikasi baru. Padahal, banyak sekali notifikasi yang tidak berhubungan dengan saya. Apakah ini bisa disebut sebagai mabuk Facebook? 😀

Memang sih, dengan terhubungnya banyak teman di Facebook, mudah sekali untuk mengontak teman atau kolega yang sudah entah di mana rimbanya. Banyak sekali kontak saya yang saya tidak punya nomor ponselnya, tapi berteman di Facebook.

Untuk urusan publikasi pun, saya masih merasa menggunakan Facebook bisa lebih luas jangkauannya dibandingkan menggunakan media sosial lainnya. Lihat saja berapa banya berita hoax dan kebencian yang tersebar melalui Facebook. Sudah banyak pula rasanya yang menginginkan tombol Share dihapus.

Jadi, semuanya kembali ke kita masing-masing. Bisa tidak mengelola semua itu dengan baik. Ingatlah bahwa dunia maya itu sebetulnya perpanjangan dari dunia nyata — bukan dua hal yang berbeda sama sekali. Lebih seramnya lagi, apa yang di dunia maya akan selalu berada di dunia maya, tak mudah untuk menghapusnya.

Mulutmu, harimaumu, kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s