Sibuk Facebook

Butuhkah?

Belakangan ini saya sedang sibuk. Ada “mainan” baru dan ceritanya kerjaan saya terbagi antara tim Jakarta (yang orang IT-nya saya saja) dan tim Lombok. Menariknya, salah satu cara yang saya gunakan untuk “menghibur diri” di sela-sela kesibukan itu adalah membuka Facebook.

Saya sih bukan orang yang posting status setiap saat, tapi lebih ke pembaca artikel-artikel menarik dan sekadar catch up dengan teman-teman saya. Repotnya, ini malah membuat saya hanya memiliki tingkat fokus yang rendah. Sedikit stres, langsung buka tab baru, ketik “face”, panah bawah, Enter — membuka Facebook. Susah juga kalau sudah seperti ketergantungan seperti ini kan?

Akhirnya, saya mencoba bereksperimen. Mengikuti jejak beberapa teman saya yang menonaktifkan akun Facebook-nya, langkah ini akan saya coba jalani sampai waktu yang tidak ditentukan. Tentu saja hal ini sedikit membuat khawatir karena salah satu fitur utama yang saya gunakan dari Facebook adalah fasilitas messenger-nya — yang berarti saya akan sedikit kesulitan untuk ngobrol dengan teman-teman yang jauh. Namun, toh saya punya berbagai aplikasi untuk ngobrol lainnya.

Saya jadi teringat kata-kata seorang senior,

Bedakan antara being busy dan being productive.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s