Beasiswa Presiden Republik Indonesia – Tentang Patriot

Banyak sekali yang saya dapatkan setelah mengikuti proses seleksi tahap akhir dan program kepemimpinan dari Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) yang diprakarsai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dari sanalah saya bisa mendapatkan ilmu dari orang-orang hebat seperti Pak Nurul Taufiqu Rochman, Pak Zainal Abidin, Prof. Firmanzah, hingga Prof. Jimly Asshiddiqie. Namun, di atas itu semua, saya lebih bangga dan bersyukur lagi karena telah dipertemukan dengan 108 orang luar biasa penerima Beasiswa Presiden Republik Indonesia angkatan pertama.

Serius, mereka sangat hebat dalam bidangnya masing-masing. Ada yang ingin mengembangkan alutsista di Indonesia, ada yang mempelajari tentang kebijakan publik, ada yang staf khusus wagub DKI Jakarta, dan yang paling luar biasa: abang-abang TNI-Polri yang sangat menginspirasi. Bertemu dengan mereka telah membuka mata saya terhadap kehidupan sebagai seorang patriot bangsa.

Selama ini saya tidak terlalu tahu mengenai kehidupan sebagai seorang perwira, meski almarhum datuk saya dahulu adalah bagian dari Angkatan Darat. Namun, peribahasa itu benar adanya, “Tak kenal maka tak sayang.” Beberapa hari yang kami habiskan bersama membuat saya sadar betapa nasionalis dan tulusnya mereka dalam melaksanakan tugasnya. Tugas mereka begitu berat, tetapi semua itu dijalani dengan tetap memasang senyum di wajah.

Ketika saya mengikuti pelatihan di Pusdikpassus di Situ Lembang, ‘bergembira’ adalah hal yang harus ditanamkan dalam menjalani program pelatihan tersebut. Meski harus berkubang lumpur, berlari jauh, berkubang lumpur lagi, hingga berjalan di malam gelap, semua harus dijalani dengan gembira dan bersemangat. Untuk menunjang itu, kami diberikan yel-yel penyemangat yang menarik sekali — yang bahkan terkesan agak lucu.

Satu hal yang menarik saya adalah apa yang dikatakan Komandan Iwan Setiawan selaku pimpinan Pusdikpassus, bahwa yel-yel yang kadang kita rasa konyol itu sebetulnya adalah penyemangat sekaligus penggembira, dan kita tidak perlu malu akan hal itu. Kalau kita main judi, mencuri, korupsi, itu baru kita harus malu, tapi yel-yel bukan sebuah hal yang salah toh? Ya, teman-teman mungkin baru akan tahu jika sudah mengalaminya sendiri, bahwa ada banyak hal-hal yang lucu dan mengasyikkan di tengah-tengah tampang garang sebagian besar prajurit yang luar biasa itu.

Banyak yang bertanya, apa sih bedanya BPRI dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI; beasiswa LPDP yang reguler)? Bagi saya dan sebagian besar teman-teman lainnya adalah kebersamaan dengan patriot dari TNI-Polri ini. Mereka benar-benar membuka mata. Dan kami betul-betul terharu ketika kami diberikan lorong penghormatan sesaat setelah pelepasan oleh Pak SBY selaku Presiden Republik Indonesia.

Mereka memberi penghormatan pada kami, tanpa memperhatikan status sosial, bahkan tanpa memikirkan setinggi apa pangkat mereka — dua orang di antara mereka bahkan sudah berpangkat kolonel! Salut! :’)

Patriot!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s