Terlanjur

Hidup kita itu tidak selalu pikiran yang mempengaruhi tindakan. Terkadang, kejadiannya bisa sebaliknya, tindakanlah yang membuat pikiran mengikuti. Kalau masih belum percaya, lihatlah kejadian belakangan ini.

Kita acap kali jadi terlalu sombong untuk mengakui bahwa apa yang kita perbuat atau katakan sebetulnya salah. Faktanya sudah sangat jelas, tapi karena kita berpikir bahwa ini sudah terlanjur terjadi, dan kita tidak mau terlihat salah, maka kita mati-matian melakukan berbagai macam hal untuk menutupi kesalahan itu. Alasannya yang kita kemukakan kadang-kadang jadi tidak masuk akal. Dan hal itu semakin parah ketika kita terlanjur menaruh emosi dalam tindakan atau perkataan kita.

Coba deh dipikir, betapa memalukannya jika kita sudah ngotot, eh ternyata salah. Jadi pengin membuang muka jauh-jauh kan rasanya? Nah, itulah yang membuat kita mati-matian menutupi kesalahan kita itu. Amarah itu telah membuat kita menutupi kenyataan yang sebenarnya kita sendiri juga tahu.

Berubah pikiran setelah menerima data dan fakta yang lebih sahih bukanlah suatu bentuk inkonsistensi. Namun, kalau kejadian seperti itu terlalu sering, artinya selama ini kita memang terlalu cepat menerima berita, terlalu dangkal dalam mengkajinya. Maka, bersabarlah, pikirkan matang-matang sebelum telah terlanjur terucapkan atau terjadi.

Mari introspeksi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s