Mengurus Perpanjangan SIM

Jadi ceritanya, SIM C saya sudah mati sejak lama — hampir setahun yang lalu! Walhasil, saya harus memperpanjang SIM itu. Awalnya, saya sempat ragu mau memperpanjang di layanan SIM keliling, karena terhitung sudah cukup lama matinya. Namun, hari ini saya baru tahu bahwa ternyata batas waktu untuk memperpanjang di layanan seperti itu adalah satu tahun! Beruntung sekali saya, alhamdulillah.

Hatta, berkat informasi dari ibu saya, berangkatlah saya ke layanan perpanjangan SIM yang ada di lantai basement Blok M Square. Sampai di sana, ternyata saya kepagian, layanannya baru dibuka pukul 9.30, dan saya sudah di sana pukul 9 kurang. Akhirnya, saya menunggu dulu selama sekitar setengah jam.

Di saat menunggu itu, saya sempat melihat di kaca ruangan layanan perpanjangan SIM tersebut, bahwa dokumen yang dibutuhkan adalah fotokopi KTP, KTP asli, SIM asli, serta surat keterangan dokter dan asuransi. Selain itu, syaratnya adalah SIM tidak mati lebih dari satu tahun, SIM tidak dalam keadaan rusak, dan SIM diterbitkan di Jakarta (Daan Mogot). Saya saat itu langsung terpikir, “Waduh, repot juga kalau harus balik lagi untuk buat surat keterangan dokter dan asuransi. Lagipula saya tidak tahu bagaimana harus membuat asuransinya.”

Setelah ruangan layanan tersebut dibuka, akhirnya saya tanya saja mengenai syarat-syarat berupa surat keterangan dokter dan asuransi tadi. Ternyata, syarat tersebut tidak dibuat lebih dulu, melainkan akan sekalian diproses di tempat. Jadi, syarat yang dibutuhkan hanya salinan KTP dan SIM, masing-masing sebanyak dua kali; dan SIM lama yang asli. Di tempat tersebut sebenarnya ada mesin untuk fotokopi, tetapi saat saya datang mesin itu tidak berfungsi. Nah, setelah syarat-syarat dokumen tersebut dipenuhi, kita diwajibkan untuk mengisi formulir data diri.

Setelah mengisi formulir tersebut, dokumen diproses, dan kita harus menunggu giliran dipanggil untuk pengambilan foto, sidik jari, dan tanda tangan. Setelah dipanggil, kita diminta untuk membayar biaya proses perpanjangan SIM ini. Biaya pemrosesan SIM C saya adalah Rp 150.000. Sayangnya, saya tidak sempat bertanya berapa biaya yang dibutuhkan untuk pemrosesan SIM lainnya.

Proses berikutnya adalah pengambilan foto, sidik jari, dan tanda tangan. Tak berapa lama, SIM pun dicetak dan urusan Anda sudah selesai! Total waktu yang dibutuhkan untuk pemrosesan ini kira-kira sekitar 45 menit sampai 1 jam. Kalau Anda yang paling pagi datang, mungkin bisa jauh lebih cepat daripada itu.

Akhir kata, saya ingin menyampaikan bahwa saya salut dengan kepolisian sekarang. Sudah banyak sekali kemajuan yang dilakukan, meski belum menyeluruh. Semoga saja ke depannya kepolisian kita bisa jauh lebih keren lagi.

Kalau sudah bisa integrasi dengan e-KTP, tentu lebih keren lagi kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s