Kira-kira

Sering tidak mengalami kondisi yang membuat bingung? Misalnya, ketika wawancara kerja ditanyakan berapa gaji yang diminta atau — contoh kasus pertanyaan untuk masuk Google — berapakah 2^64 (hitunglah tanpa menggunakan kalkulator)? Saya yakin banyak sekali pertanyaan yang seperti itu, yang sebetulnya bisa kita tahu, tapi terbatasnya kemampuan kita (atau mungkin hanya karena panik) membuat kita bingung sekali menjawabnya.

Well, untuk menjawabnya, salah satu kuncinya sebetulnya sudah tersebut: jangan panik. Kunci berikutnya untuk pertanyaan seperti ini adalah: mulailah dari hal yang paling diketahui. Cobalah untuk mencari tahu hal-hal yang paling jelas di sekitar kita, untuk kemudian dirunut satu per satu sampai bisa ke titik tujuan. Ingat, semua hal besar selalu dimulai dari satu langkah kecil.

Kalau kita ambil contoh paling sederhana saja, misalnya masalah gaji, kita bisa mulai dari menghitung kebutuhan primer: makan. Kalau sekali makan kita anggap Rp 15.000, maka dalam sehari (asumsinya kita hanya makan 3 kali sehari) akan habis Rp 45.000. Kalikan itu dengan 30 hari, maka hasilnya adalah Rp 1.350.000 per bulan. Kalau ditambah makan enak tiap minggu kira-kira Rp 100.000, maka total untuk makan saja akan menghabiskan Rp 1.750.000.

Nah, perhitungan yang sama juga dilakukan untuk hal-hal lainnya, seperti tempat tinggal, transportasi, pulsa, hingga kebutuhan upgrade diri seperti membeli buku atau membeli pakaian baru. Tambahkan uang yang ingin disisihkan untuk ditabung, maka angka itu akan muncul dengan sendirinya. Tentunya semua ini sangat tergantung kepada keinginan dan lingkungan.

Ilmu dan pertanyaan “kira-kira” seperti ini, dikenal juga sebagai Fermi problem. Silakan buka tautan untuk mencari tahu lebih lanjut hal-hal menarik tentang Fermi problem tersebut. Yang saya ingin sampaikan, sebetulnya adalah bahwa ilmu ini dapat diterapkan di banyak hal, bahkan hingga hal-hal yang terkesan absurd, seperti “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan semua jendela yang ada di Empire State Building?”

Sejatinya, ini adalah ilmu kehidupan. Semua yang besar selalu disusun dari sesuatu yang lebih kecil. Kehidupan yang baik dan buruk pun demikian. Kita adalah cerminan dari apa yang kita lakukan tiap harinya. Kebiasaan kecil yang kita lakukan tiap hari, dapat berdampak lebih besar daripada satu kegiatan besar yang hanya dilakukan sekali seumur hidup.

Itu sebabnya orang-orang yang berbakat bisa dikalahkan oleh orang-orang yang tekun.

***

Bacaan lebih lanjut:

Posted by Arya Pugala Kitti on Thursday, August 21, 2014

Poundstone, William. Are You Smart Enough to Work at Google?: Trick Questions, Zen-like Riddles, Insanely Difficult Puzzles, and Other Devious Interviewing Techniques You Need to Know to Get a Job Anywhere in the New Economy. Hachette UK, 2012.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s