Komedi yang Serius

Jadi komedian itu sulit sekali. Berbeda dengan penyanyi yang karyanya bisa dibawakan terus-menerus di hadapan orang yang sama tanpa membuat bosan, komedian dituntut membawa elemen kejut (element of surprise) sebagai kekuatan dari pertunjukan yang dibawakannya. Sekali mungkin lucu, bahkan membuat orang terbahak, tapi tentu itu tidak akan berhasil untuk kedua kalinya.

Oleh karena itu, saya sangat mengagumi para komedian. Riset yang mereka lakukan tidak main-main. Materi harus bisa dibawakan dari hal yang sangat masuk akal dan diketahui oleh umum, lalu kemudian dibelokkan sehingga menjadi sangat absurd.

Menariknya, banyak komedian yang kalau saya perhatikan sebetulnya menjalani hidup yang sangat serius. Di hadapan khalayak ramai mereka harus melucu, tapi sebetulnya mereka adalah jenius yang memikirkan banyak sekali hal di sekeliling mereka. Tak heran, beberapa komedian meninggal muda karena sakit di otaknya — harafiah maupun tidak. Fakta teranyar, seorang Robin Williams yang acap kali terlihat bermain dalam film komedi pun ternyata tidak lepas dari depresi di dalam hidupnya.

Untungnya, hidup di Bandung selama empat tahun membuat saya sedikit demi sedikit belajar untuk tidak terlalu serius. Ngabodor itu nampaknya salah satu hal yang mengakar di tanah Pasundan. Dan saya harus belajar banyak dari mereka untuk menjalani hidup ini dengan melihat banyak hal menarik di sekeliling saya. Belajar bersyukur dan tersenyum.

Karena pada akhirnya, menjadi bahagia itu adalah sebuah pilihan hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s