Belanja!

Punya penghasilan sendiri ternyata cukup mengubah saya. Rasanya jadi ingin beli ini, beli itu. Bagi saya yang mudah bosan, keinginan untuk membeli bermacam-macam hal sekadar sebagai coba-coba itu sangat mengusik saya. Khawatirnya, sudah dibeli, ternyata ditelantarkan dalam waktu satu-dua minggu.

Saat ini, barang termahal yang saya beli dengan penghasilan sendiri kelihatannya adalah ponsel. Itu juga yang bagi saya masih dalam kategori masuk akal, di bawah 2 juta. Selain itu, acang lain yang saya beil adalah Kindle yang harganya saat itu sekitar 1 juta. Untungnya, dua hal ini sangat membantu buat saya, meski saya masih cukup sulit meluangkan waktu untuk membaca di Kindle.

Alhamdulillah, saya masih punya tabungan — tidak seboros itu. Sayangnya, godaan itu masih terus ada. Saya ingin beli kamera mirrorless dan ultrabook. Dua-duanya dengan alasan yang sama: supaya lebih mudah dibawa ke mana-mana. Ringkas. Mantap.

Dua benda itu yang agak masalah — lumayan menguras tabungan. Kalau dibilang butuh sekali, sebetulnya tidak, tapi kelihatannya pada akhirnya itu akan sangat berguna (mencoba mencari pembenaran :P). Well, adik saya akan kuliah di Surabaya, jadi laptop yang saya gunakan memang akan diwariskan — jadi saya harus cari gantinya. Namun, kalau dipikir lebih jauh, selalu ada solusi yang jauh lebih hematnya.

Terkadang susah memang ya membedakan mana yang kita inginkan dan mana yang kita butuhkan. Yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita, yang kita butuhkan pun belum tentu menyenangkan bagi kita. Keinginan itu sendiri tidak jarang muncul hanya karena masalah sepele.

Dan ini membuat saya mengerti mengapa ada orang yang menjadikan belanja sebagai pelampiasan stres-nya.

Iklan

3 tanggapan untuk “Belanja!

  1. Indeed.

    Nah tapi kalo laki-laki mah masih keren bisa neken keinginan ini-itu, sekalipun pas muncul keinginan, biasanya memang untuk beli yg berguna2 gitu, macam handphone atau laptop dan semacamnya.

    lha cewek, apalagi yg sudah menikah & belum punya momongan. beuh…gila2an nahan nafsu belanjanya itu Li. XO
    dan apalagi, pas lagi punya penghasilan sendiri, selain pendapatan dari suami, makin gila Li nahan nafsu belanjanya. semakin ada pemasukan lebih, semakin “ngelihat”nya makin yg aneh2, macam ke arah kosmetik gitu Li, ngeliat merk perawatan kulit wajah yg lebih oke (dan lebih mahal tentunya) daripada yg sedang dipakai tuh rasanya “nyiksa” di ati gitu Li. hahaha. XD

    jangan deh, mudah2an kebiasaan jelek ini segera ilang. X(

      1. Tp sebaiknya nggak begitu sih Li.. hahaha. Jadi kalo menurut aku, perasaan kamu pengen belanja benda2 berguna itu malah nggak apa2lah…wajar Li. Hehehehe. šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s