Sistem Mahadahsyat – Database

Duh, terlewat lagi satu minggu buat menulis. Libur lebaran membuat semuanya terbengkalai(?)

Kali ini, saya ingin membahas bagian basis data dari Sistem Mahadahsyat. Ini adalah bagian lanjutan dari tulisan sebelumnya. Kali ini, pelajarannya sebetulnya telah saya dapatkan sejak saya duduk di bangku SMA dulu.

Adalah Bu Isliwani selaku guru biologi saya yang membuat saya tersadar akan hal ini. Pertanyaan pembukanya sebenarnya sederhana, “Bagaimana sebetulnya kedua malaikat yang bertugas mencatat amal kebaikan dan keburukan melakukan tugasnya?” Sejak zaman dulu, yang terpikir mungkin adalah semua itu tercatat dalam sebuah buku besar. Lalu, bagaimana caranya untuk menjaga keutuhan (integritas) dari catatan tersebut?

Well, bentuk asli dari catatan tersebut, sesungguhnya hanya Allah yang maha tahu. Namun, jika kita lihat teknologi yang ada sekarang, kita mulai memahami bahwa “tulisan” itu tidak hanya dalam bentuk yang bisa dipegang (analog), tetapi juga bisa dalam bentuk yang tidak bisa disentuh (digital). Dan bisa dikatakan bahwa tulisan dalam bentuk digital itu akan mempunyai daya tahan yang lebih lama.

Akses dari basis data yang digunakan dalam komputer (terutama superkomputer) sekarang sudah sedemikian canggihnya. Teknologi indexing membuat pencarian satu datum dari jutaan bahkan miliaran data jadi sangat cepat dilakukan. Itulah yang kita nikmati dalam bentuk pencarian Google.

Kalau yang seperti itu saja bisa dicapai oleh manusia, maka yang Tuhan ciptakan pasti jauh lebih canggih daripada itu. Otak manusia saja disinyalir mempunyai kapasitas 2.5 petabytes (atau 2.5 juta gigabytes)! Maka, basis data ciptaan Tuhan pastilah mampu menampung data yang luar biasa banyak (jauh lebih banyak dari kapasitas otak manusia), tapi tetap bisa diakses dengan supercepat. Dengan begitu, tentu tidaklah sulit untuk memperlihatkan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan di dunia ini ketika kita sudah di alam akhirat nanti.

Perhatikanlah, orang-orang zaman sekarang justru sibuk menghapus kenangan tentang masa lalu atau sekadar riwayat penelurusannya (browsing history). Alasannya sederhana, takut dilihat aibnya. Namun, mengapa kita tidak mencoba juga menghapus data kesalahan masa lalu dengan banyak meminta ampun kepada-Nya?

Wallahua’lam.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Sistem Mahadahsyat – Database

  1. wah, jadi ingat tulisan di buku Agus Mustofa, “Membongkar Tiga Rahasia”. Salah satunya analogi ‘Lauhul Mahfudz’ ini. Mungkin bisa dicabaca takye kalau iseng 🙂

    PS:Penulisnya ini memang terlihat bombastis judulnya, cuma pola pikirnya unik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s