Sistem Mahadahsyat

Ketika saya mengambil kuliah agama dulu, ada satu pertanyaan yang diajukan oleh mentor saya di awal kelas, “Apa yang membuat kamu semakin cinta terhadap Islam setelah masuk ke prodi (program studi) yang kamu jalani sekarang?” Dan seperti yang diduga, jawabannya bermacam-macam sekali. Ada yang berasal dari prodi Astronomi, ada yang dari Biologi, dan dari prodi-prodi lainnya. Mayoritas bercerita tentang keajaiban penciptaan Tuhan. Namun, entah kenapa tidak ada dari prodi saya (Teknik Informatika) yang maju untuk berbagi pemikirannya.

Sekarang, saya akan membagikan hal itu kepada Anda.

Seiring dengan berjalannya waktu dan pembelajaran yang saya lakukan dari guru ngaji dan sebagainya, saya mulai memahami bahwa sejatinya kehidupan itu tak ubahnya sebuah sistem mahadahsyat yang Tuhan ciptakan. Saya mulai memahami bahwa Tuhan sedemikian sayangnya kepada kita sehingga Dia memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih jalan hidup sendiri. Yang Tuhan tentukan, adalah ujung dari jalan yang kita pilih itu.

Sistem rancangan Tuhan adalah program multivariabel yang dapat melakukan pembelajaran (learning) saat berjalan (runtime). Algoritma rancangan Tuhan bukan sekadar if then else. Algoritma rancangan Tuhan mungkin lebih kita kenal dengan artificial intelligence atau machine learning atau expert system yang tersusun sedemikian canggihnya.

Kalau level kecerdasan buatan (artificial intelligence)rancangan manusia masih sangat terbatas, maka tidak demikian halnya dengan rancangan Tuhan. Basis pengetahuan (knowledge) yang dikuasai oleh masing-masing manusia (agen) mampu menampung hal yang kelihatan tidak penting sekalipun, sedangkan kecerdasan buatan manusia terbatas pada hal yang dianggap penting saja. Itu sebabnya, terkadang rule of thumb bisa mengalahkan algoritma pembelajaran mesin secanggih SVM atau ANN sekalipun.

Sehebat-hebatnya manusia dalam melakukan penggalian data (data mining), sulit sekali untuk mencapai akurasi 100% dalam berbagai jenis dataset yang diberikan. Namun, semua itu dapat dijelaskan jika kita mau berpikir, berkontemplasi untuk mendapatkan bagaimana sebetulnya rancangan sistem yang Tuhan telah tetapkan. Jangan berpikir hal yang sulit, karena jelas tidak semua bisa kita pahami. Namun, cobalah mengambil suatu contoh yang sederhana, sakit misalnya.

Pernah tidak kita berpikir, kenapa sih Tuhan menurunkan yang namanya sakit itu? Apakah Tuhan hanya iseng? Apakah itu sekadar ujian? Kalau iya, mengapa orang-orang tua masih diberikan sakit? Logikanya, kalau umurnya tidak akan lama lagi, ujian apa lagi yang perlu dijalani?

Well, yang saya tangkap, sakit itu adalah bentuk peringatan (dan mungkin ujian). Peringatan akan hal-hal yang salah yang kita lakukan dalam hidup. Ini adalah bagian dari konsekuensi terhadap yang kita jalani. Ini adalah bagian statement yang muncul setelah if. Ini adalah bagian return value dari parameter yang kita masukkan dalam fungsi kehidupan.

Coba kita jujur, kita itu makhluk yang banyak salah dan lupa. Kebiasaan jelek kita dalam hidup pada akhirnya akan bermanifestasi dalam sakit yang diturunkan oleh Tuhan. Contoh sederhananya, harusnya kita dapat melihat bahwa orang-orang yang sering batuk-batuk itu biasanya adalah orang-orang yang terlalu menggebu-gebu dalam menyampaikan sesuatu. Orang-orang yang demam, biasanya karena saat itu atau di waktu-waktu sebelumnya, orang tersebut sedang terlalu emosional, entah dalam hal apapun yang sedang dijalaninya.

Bagian ujian dari sakit adalah untuk orang lain yang ada di sekitarnya. Seberapa sabar sih kita akan menghadapi si sakit itu, terutama jika si sakit adalah orang tua kita atau saudara kita. Apakah kita akan mengambil pelajaran dari hal tersebut?

Yang menarik, dalam sistem kecerdasan buatan rancangan manusia, variabel yang dilibatkan biasanya terbatas, dan satu agen biasanya independen terhadap agen lainnya. Dalam sistem rancangan Tuhan, entah bagaimana caranya semua itu bisa saling berhubungan. Coba bayangkan, bagaimana bisa Tuhan mengumpulkan orang-orang yang punya kesalahan yang sama dalam satu pesawat yang kemudian jatuh dan tidak menyisakan seorang pun yang selamat? Tidak mungkin kan semua itu hanya kebetulan?

Hidup ini bukanlah suatu kebetulan belaka. Semua sudah diatur sedemikian rupa dalam sistem mahadahsyat yang Tuhan ciptakan. Setiap hal itu berkaitan, dan bukankah itu juga sudah dijamin oleh Tuhan dalam kitab-Nya?

Ya, kita punya satu petunjuk yang mampu membantu kita untuk memahami sistem rancangan Tuhan tersebut. Manual ini sedemikian canggihnya sehingga benar-benar bisa menyelamatkan kita dalam menjalani kehidupan ini. Janji-janji Tuhan yang tertulis di dalamnya merupakan suatu kepastian yang tak terelakkan.

Masalahnya sekarang, sudahkah kita membaca manual tersebut?

Wallahua’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s