Perjalanan Kembali

Setelah hampir 10 tahun saya tinggalkan, insya Allah besok saya akan kembali ke kota yang membesarkan saya. Kota tersebut berisi banyak kenangan menyenangkan masa kecil saya dahulu. Kota itu jua yang menjadi batu loncatan saya belajar banyak hal.

Sebetulnya, saudara-saudara dan orang tua saya semuanya sudah pernah kembali lagi ke Lombok setelah kepindahan kami di tahun 2005. Mereka pergi dengan keperluan masing-masing, ada yang mengurus rumah dan surat-suratnya, ada juga yang sekadar liburan. Namun, satu hal yang sama: mereka berkata bahwa Lombok sudah banyak berubah.

Well, salah satunya adalah bandara Selaparang yang memang sudah tidak digunakan secara komersil lagi. Perjalanan udara menuju pulau Lombok sekarang berakhir pada Bandara Internasional Lombok Tengah yang jauhnya sekitar 2 jam perjalanan dari kota Mataram.

Kata ayah, kebutuhan orang untuk mencari tanah lapang membuat banyak orang di Lombok jadi orang kaya baru. Sayangnya, itu semua belum dibarengi dengan perkembangan secara sosial budayanya. Masih banyak perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku, katanya.

Besok, saya akan kembali lagi untuk membuktikan itu semua dengan mata kepala saya sendiri. Sebagai bagian dari pekerjaan, saya juga akan melihat sisi lain dari Lombok yang jarang saya kunjungi di masa lalu: Lombok Tengah. Saya dan rekan-rekan akan melihat kondisi di lapangan mengenai proses registrasi dan kontrol terhadap ibu hamil oleh para bidan.

Harapannya, ilmu yang sudah dipelajari selama bersekolah dulu bisa dimanfaatkan kembali untuk masyarakat dengan cara ini. Saya ingin sekali bisa menjadi bagian dari perubahan Lombok ke arah yang lebih baik. Mungkin inilah salah satu kesempatannya.

Saya belajar dari banyak orang bahwa sejauh apa pun kita pergi, perjalanan kembali untuk membangun tempat yang membesarkan kita niscaya akan membawa kebaikan. Bagi orang lain, mungkin itu kecil, hanya lingkup kota, bahkan mungkin desa. Namun, tak sedikit orang-orang yang bisa menjadi lebih sejahtera hidupnya hanya karena hal kecil yang dapat kita lakukan itu.

Perjalanan esok hari mungkin akan singkat, tapi saya percaya ini akan menyenangkan. Pada akhirnya toh kita memang akan kembali kepada tempat kita berasal. Jika perbekalan kita cukup, maka setiap langkah yang ditempuh akan terasa indah sekali.

Bukankah Tuhan sudah menjanjikan demikian?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s