Analisis Nama

Latar Belakang

Sudah beberapa bulan terakhir ini saya mengikuti komik xkcd. Buat saya, komik itu menarik karena topik bahasannya menarik dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari saya. Nah, salah satu hal yang menarik dari komik dan tulisannya adalah caranya untuk melebih-lebihkan hal-hal yang kita mungkin abaikan dalam kehidupan sehari-hari. Well, seorang komedian yang baik katanya adalah komedian yang jujur, yang menyingkap hal-hal menarik dari kehidupannya sehari-hari.

Gambar 1: Extrapolating | sumber: xkcd.com

Salah satu tulisannya yang menarik bagi saya adalah tentang perkembangan penamaan bayi di Amerika Serikat. Sebetulnya tulisan itu berkaitan dengan blogpost yang ia baca di sini. Terinspirasi dari situ, akhirnya saya mencoba membuat penelitian sendiri terhadap nama-nama orang Indonesia orang-orang di sekitar saya.

Pengumpulan Data

Data diambil dari akun yang tercantum dalam daftar following akun Twitter saya. Dari semua data tersebut, kemudian saya membatasi hanya pada pengguna dengan follower kurang dari 1000. Alasannya, saya ingin menghilangkan akun-akun berita, perusahaan, atau akun lain yang bukan merupakan orang.

Setelah diberikan filter secara terprogram, saya kemudian membuang sendiri akun-akun yang bukan merupakan orang, tapi follower-nya kurang dari 1000. Akun-akun ini rata-rata merupakan akun yang digunakan untuk kebutuhan internal atau memang hanya belum terkenal, seperti @JelajahMasjid, @spartahmif09, dan @inkubatorIT. Setelah dibersihkan, akun-akun tersebut kemudia saya lengkapi namanya satu per satu (yang untungnya tidak terlalu banyak).

Tiap nama yang masih menyambung (e.g. W*dy*H*sn*Z****) kemudian diberikan spasi. Selain itu, demi kemudahan pemrosesan dan analisis, semua karakter dijadikan huruf kecil. Setelah melalui filter dan perbaikan nama, didapatkan 225 nama yang siap untuk dianalisis.

Analisis Panjang Nama

Seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2, mayoritas nama dalam dataset terdiri atas dua kata (127 nama). Sedangkan jika dilihat dari sisi jumlah karakter, puncak dari persebaran data terletak pada jumlah karakter 14 (33 nama) seperti pada Gambar 3. Berdasarkan data tersebut, rata-rata nama orang Indonesia orang-orang yang saya kenal terdiri dari 2 kata dengan masing-masing kata terdiri dari 6-7 karakter.

Gambar 2: Distribusi Jumlah Kata
Gambar 2: Distribusi Jumlah Kata

Dalam penghitungan panjang karakter nama, spasi dan tanda hubung (–) dihitung masing-masing sebagai satu karakter. Nama terpanjang dalam data yang digunakan terdiri dari 46 karakter dan nama terpendek terdiri dari 5 karakter. Dengan asumsi bahwa semua kolom nama pada Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang digunakan untuk ujian terdiri dari 20 karakter, maka dapat dikatakan bahwa terdapat 75 orang (33,33%) yang harus menyingkat namanya ketika menjalani ujian.

Gambar 2: Distribusi Nama Berdasarkan Jumlah Karakter
Gambar 2: Distribusi Nama Berdasarkan Jumlah Karakter

Analisis Frekuensi Nama

Nama depan terbanyak didominasi oleh salah satu nama yang paling umum di dunia[citation needed]: “Muhammad”. Urutan kedua dari nama depan terbanyak merupakan variasi dari “Muhammad”, yaitu “Ahmad”. Di sisi lain, nama belakang terbanyak diisi oleh “Putra” dan “Putri”.

Namun, frekuensi nama belakang tersebar cenderung merata dari dataset yang digunakan. Nilai maksimal dari frekuensi nama belakang adalah 3, sedangkan nilai minimal dari frekuensi nama belakang adalah 1. Rata-rata frekuensi nama belakang dari dataset adalah 1,066.

Analisis Karakter

Berdasarkan karakter yang digunakan, analisis dibagi menjadi tiga bagian: karakter pertama, karakter terakhir, dan tiga karakter konsonan yang berurut.

Meskipun frekuensi nama depan terbanyak adalah “Muhammad”, karakter pertama dengan frekuensi terbanyak adalah ‘a’ (43 nama) disusul oleh ‘m’ (26 nama) lalu ‘r’ (22 nama). Dengan demikian, bila dihadapkan dengan kasus pemberian inisial pada sendal jepit, pemilik nama dengan karakter pertama ‘a’, ‘m’, atau ‘r’ tidak bisa berharap banyak. Peluang sendal jepit tersebut tertukar masih cukup besar. Distribusi karakter pertama ini dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4: Distribusi Nama Berdasarkan Karakter Pertama
Gambar 4: Distribusi Nama Berdasarkan Karakter Pertama

Karakter terakhir dengan frekuensi tertinggi juga ditempati oleh ‘a’ (73 nama). Dua karakter dengan frekuensi terbanyak berikutnya juga merupakan karakter vokal, yaitu ‘i’ (45 nama) dan ‘o’ (33 nama). Sayangnya, saya belum berhasil menemukan kegunaan dari mendapatkan karakter terakhir ini. Ada usul?

Analisis terakhir mengenai penggunaan karakter adalah penggunaan tiga konsonan berurutan. Dalam penelitian ini, karakter yang dilihat harus berada dalam satu kata. Selain itu, karakter ‘y’ dianggap sebagai huruf vokal. Distribusi nama dengan tiga konsonan berurutan dapat dilihat pada Gambar 5. Penggunaan tiga konsonan berurutan biasanya menyulitkan untuk penulisan nama yang didasarkan pada pendengaran. Contohnya, nama “Astri” bisa tertukar dengan “Asri”, “Achmad” bisa tertukar dengan “Ahmad”, dan “Andri” bisa tertukar dengan “Andi”.

Gambar 5: Distribusi Nama Dengan Tiga Konsonan Berurut

Simpulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan:

  1. Mayoritas orang Indonesia orang tua dari orang-orang di dekat saya memilih untuk memberikan nama yang terdiri dari dua sampai tiga kata. Namun, ada yang cukup “iseng” untuk memberikan nama anaknya hingga empat sampai lima kata dengan lebih dari 40 karakter. Hal ini disinyalir dapat mempersulit orang lain pada masa ospek yang mewajibkan hafalan nama lengkap teman satu angkatan.
  2. Nama depan yang tergolong populer adalah “Muhammad” dan “Ahmad” dengan segala variasinya.
  3. Memberikan inisial pada sendal jepit bagi orang yang memiliki karakter pertama ‘a’, ‘m’, dan ‘r’ bukanlah keputusan yang bijak karena kemungkinan tertukarnya masih cukup besar.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s