10.000 Jam

Saya cukup setuju dengan yang dikatakan oleh Pak Budi Rahardjo. Beliau menganut prinsip bahwa untuk menghasilkan sebuah mahakarya di suatu bidang mengharuskan kita untuk berkecimpung di bidang tersebut selama 10.000 jam. Jika dikonversi, 10.000 jam itu sama dengan 1,14 tahun. Sebentar kan?

Tidak.

Belajar atau berkarya 1,14 tahun itu kalau dilakukan 24 jam nonstop. Kalau kita terapkan prinsip 1 jam 1 hari, maka kita butuh waktu hingga 27,3791 tahun! Angka yang tidak sedikit bukan? Jika kita jadikan 2 jam per hari, maka kita hanya butuh waktu setengahnya: 13,6895 tahun. Nah, kalau misalnya kita ganti lagi sebagai jam kerja — rata-rata 8 jam per hari, maka 3,42239 tahun. Dengan asumsi bahwa kita tidak selalu memanfaatkan jam kerja dengan maksimal, plus dengan adanya hari-hari libur, maka premis lain yang mengatakan dibutuhkan minimal 5 tahun untuk menjadi pakar bisa dikatakan masuk akal.

Starry Night

Oleh karena itu, sangat jarang orang-orang yang berhasil dan bertahan lama jika kesuksesan yang mereka raih dicapai dalam waktu kurang dari waktu tersebut. Fenomena seperti ini merupakan hal yang lumrah dalam dunia yang serba cepat ini. Cepat terkenal, tapi cepat dilupakan.

Prinsip ini sebetulnya sesuai dengan yang diajarkan dalam agama. Amalan yang disukai adalah yang kecil, tapi secara konsisten dijalankan — bukan yang besar tapi hanya sekali. Justru yang seperti itu lebih susah kan sebetulnya? Betul, tapi hasilnya pun akan lebih manis.

Orang biasa yang rajin akan mengalahkan orang berbakat yang pemalas — pada akhirnya.

Iklan

Satu tanggapan untuk “10.000 Jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s