Sulit Konsentrasi

Short-attention span adalah salah satu penyakit manusia modern.

Klik ini, klik itu.

Baca blog ini, baca blog itu.

Kicau ini, kicau itu.

Eh, ada yang menarik link-nya.

Oh iya, jadi keinget mau mengerjakan ini.

Astaga, tugas yang itu kan belum selesai?

Tak bisa dipungkiri, saya pun terkena penyakit ini. Sekarang, bawaannya ingin membaca yang ringkas saja: Quora, linimasa Twitter, artikel-artikel di internet, dll. Bahkan, ketika melihat artikel di blog yang lebih dari 4-5 paragraf saja, suka merasa malas duluan. Itu sebabnya, tidak banyak lagi blog yang benar-benar saya ikuti tulisan per tulisannya. Padahal, tulisan-tulisan itu masuk secara otomatis ke notifikasi saya.

Zaman sekarang ini, yang penting memang bagaimana memfilter informasi, bukan lagi mencari informasi. Wajar saja jika otak bawah sadar kita mulai membiasakan untuk memfilter informasi berdasarkan visualnya. Terlihat panjang sedikit, maka langsung diturunkan prioritasnya. Banyak orang yang membagikan atau memberikan umpan balik positif, maka langsung tertarik untuk membacanya.

Otak kita jadi lebih banyak menyimpan penunjuk, bukan isinya. Kita tahu lokasi suatu informasi, tapi mungkin tidak semua informasinya dapat disimpan dengan baik. Semua serba hyperlink [citation needed].

Ah iya, ada artikel yang belum beres dibaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s