Sepotong Jakarta

Saya sedang mencoba hidup sebagai bagian dari orang Jakarta. Kalau biasanya saya bawa kendaraan pribadi ke kantor, hari ini saya mencoba kendaraan umum yang sangat termasyhur itu: TransJakarta. Hitung-hitung menaati anjuran dari pemerintah dan mengurangi kemacetan. #tsah

Well, judulnya memang saya tetap tidak bisa sepenuhnya menggunakan TransJakarta, karena sayangnya busway tidak melalui daerah rumah saya. Walhasil, saya pagi ini ikut adik saya yang diantar ke sekolahnya di daerah Sisingamangaraja. Dari situ baru saya menggunakan TransJakarta ke arah Harmoni.

Alhamdulillah, masih dapat tiket pagi yang harganya hanya Rp 2.000. Bus yang saya naiki pun tidak terlalu penuh dan pendinginnya berfungsi sebagaimana mestinya. “Tidak ada salahnya juga ternyata menggunakan kendaraan umum, sudah bagus kok,” batin saya.

Namun, pandangan itu berubah setelah saya harus berpindah bus di Harmoni. Bus yang menuju ke Salemba berbeda jauh dengan bus yang sebelumnya saya gunakan. Bus berwarna abu-abu ini pengap, ventilasinya tidak cukup baik, dan terlihat sangat usang. Nampaknya pembaharuan armada bus belum bisa dilakukan secara menyeluruh, tetapi hanya di daerah-daerah elit ibukota saja.

Kehadiran kendaraan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau semakin dinantikan di ibukota yang sudah semakin sesak ini. Bahkan, rasanya sebagian orang rasanya rela membayar sedikit lebih untuk mendapatkan akses kendaraan umum yang aman dan nyaman tersebut. Karena, keadaan perjalanan yang saya alami pagi ini, meski belum sepenuhnya menyenangkan, tentu bisa menjadi lebih parah pada sore hari saat Jakarta memasuki jam-jam sibuknya.

Saya optimis Jakarta bisa dibenahi. Jakarta “hanya” memerlukan pemimpin yang dapat dijadikan contoh, sistem yang mengikat, dan kesadaran dari warganya untuk memelihara sekian banyak hal yang disediakan oleh pemerintah. Perjalanan saya pagi ini memperlihatkan itu, bahwa SPBU yang melanggar tata kota berhasil ditutup dan dijadikan taman yang indah, bahwa tidak sedikit orang yang mau menggunakan kendaraan umum meski kondisinya sekarang belum cukup memadai, bahwa semakin banyak orang yang peduli dan menyuarakan masukannya untuk Pak Jokowi dan Pak Basuki yang tidak kenal lelah merapikan semua sisi kota ini.

Yuk, mulai menjaga kota ini dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan dari saat ini. 🙂

#yukbergerak

Iklan

Satu tanggapan untuk “Sepotong Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s