Aku dan Sapardi

Jujur saja, biar menyebut nama dedengkot sastra Indonesia itu, saya tidak banyak baca karyanya. Paling banter cuma bisa nyebut “Aku Ingin” yang termasyhur itu. Namun, satu karyanya itu banyak memberi arti buat kehidupan saya. Duile…

Pertama kali saya mengenal sajak beliau adalah ketika saya mengambil mata kuliah Apresiasi Sastra. Sajak ini sangat sering disitir dan dianalisis. Begitu sederhana, tapi begitu mendalam. Mudah untuk membuat orang jatuh cinta dengan sajak ini.

Dan sajak ini sempat “menyelamatkan” saya.

Ceritanya ketika saya akan mengumpulkan buku Tugas Akhir saya, Tata Usaha seharusnya sudah tutup. Baiknya, staf TU saya begitu baik hati sehingga beberapa kali kejadian seperti ini ditoleransi oleh mereka. Tak terhitung berapa banyak mahasiswa yang terlambat mengumpulkan tugas atau dokumen, tetapi mereka berbaik hati menerima.

Well, tapi keterlambatan itu selalu ada harganya. Zaman dulu, yang terlambat paling hanya diisengi oleh Pak Ras — sok tidak mau menerima. Tapi, sekarang dengan adanya “murid”-nya Pak Ras, bentuk “iseng”-nya berbeda. Beberapa orang sebelum saya yang terlambat disuruh nyanyi dulu sebelum diterima dokumennya. Saking seriusnya mengerjai mahasiswa, teman saya sampai diberikan cetakan liriknya supaya bisa menyanyi secara utuh!

Pas giliran saya, Mbak Irma bilang,

Kamu baca puisi dulu.

Nah loh.

Akhirnya, setelah sempat malu-malu sedikit, sajak itu pun saya bacakan. Duh, gombal pol rasanya!

Nah, biar tahu betapa “gombal”-nya sajak tersebut, ini saya berikan liriknya.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

And so, Sapardi saved the day!

Anyway, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk staf Labtek V yang selalu dengan baik hati meladeni mahasiswa ini. 🙂

Iklan

6 tanggapan untuk “Aku dan Sapardi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s