Monoton

Akhir-akhir ini saya sedang mencoba rasa yang baru. Setelah menikmati karya-karya Agatha Christie, saya kemarin sempat membeli Perempuan yang Melukis Wajah dan — yang paling anyar — Lupa Endonesa.

Lupa Endonesa

Menariknya, saya baru tahu kalau ternyata tulisan-tulisan orang Indonesia itu banyak juga yang menarik. Yah, wajar sih kalau saya baru tahu, karena saya biasa hidup dalam kemonotonan — jarang melakukan hal yang berbeda dari kebiasaan. Seolah hidup itu hanya hitam dan putih.

Di satu sisi enak juga sebenarnya hidup monoton, tidak perlu berpusing-pusing memikirkan mau makan ke mana, mau beli baca apa, mau mengerjakan apa. Namun, di sisi lain ya suatu saat akan sampai di titik jenuhnya. Kalau kata para aktivis kampus sih, “Mau hidup cuma begitu-begitu saja? Lulus-kerja-menikah-punya anak-pensiun-meninggal?” Sedikit banyak, perkataan itu memang cukup mengusik batin saya.

Buku Lupa Endonesa ini membuat saya menyadari, sedikit sekali hal yang saya tahu tentang kasus-kasus seantero nusantara. Saya memang orang yang pelupa, dan kata ayah orang yang pelupa biasanya karena orangnya cenderung acuh tak acuh, kurang peduli. Dari sana, lagi-lagi batin saya terusik, “Yakin sekarang bisa bilang bahwa ignorance is a bliss?”

Jadi orang yang tidak tahu memang enak, tidak punya tanggung jawab, pun tidak perlu merasa salah kalau terjadi sesuatu. Namun, kali ini saya ditampar lagi lewat senandung macapat Pocung yang disitir dalam Lupa Endonesa,

Opo ono, biso bener tanpo luput

Yen wedi luputo

Benere tan biso panggih

Awit iku wis kalebu jodoniro…

Apa ada kebenaran tanpa kesalahan sebelumnya? Takut berbuat salah akan membuatmu tak penah menjumpai kebenaran. Sebab salah dan benar itu adalah termasuk jodohmu pula.

Sekali lagi, manusia memang tempat salah dan lupa. Tidak mungkin seorang manusia tidak pernah berbuat dosa.

Masalahnya, maukah kita belajar dari kesalahan yang sudah diperbuat?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s