Linux Mint

Setelah awalnya gagal mencoba booting melalui USB live key, akhirnya saya berhasil juga membuka Linux Mint. Yay!

Ceritanya, saya sedang iseng-iseng akhir-akhir ini mencari distro Linux yang lain. Mungkin sudah sedikit bosan dengan Ubuntu. Nah, hadirnya Nadia ini kelihatan menarik. Beberapa ulasan juga mengungkapkan bahwa Linux Mint cenderung lebih stabil dibandingkan Ubuntu. Walhasil, saya cobalah untuk mencari installer-nya.

Dengan menggunakan Linux Live USB Key, awalnya laptop saya gagal untuk menjalankan live booting. Ada pesan yang muncul di awal, “Syslinux 4.03 2010-10-22 EDD Copyright (C) 1994-2010 H. Peter Anvin et al.” Masalahnya, laptop saya tidak kunjung bergerak dari sana. Sudah ditunggu sekitar 10 menit pun, tak ada perubahan.

Akhirnya, saya mencoba instalasi ulang Linux Live USB Key menjadi versi yang terbaru, dan memberikan alokasi untuk persistent mode. Saya restart laptop, dan tiba-tiba Linux Mint bisa berjalan dengan lancar! Wah, senang sekali rasanya bisa melihat Cinnamon di Linux Mint ini.

Kalau nanti sudah lebih senggang, nampaknya saya akan pindah ke Linux Mint, mencoba melihat apakah memang Linux Mint ini lebih stabil.

Linux Mint
Linux Mint

Yang jelas sih Linux Mint ini memang terlihat lebih segar!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s