Teater Epik Vol. 5: Taraksa

Satu kata yang menggambarkan pementasan ini bagi saya: epik. Pementasan teater yang dilangsungkan selama dua hari (26-27/2) di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung ini berhasil memukau penonton dengan segala kelengkapannya. Berdasarkan interpretasi dari naskah yang ditulis oleh Sutansyah Marahakim, muncullah berbagai elemen seperti drama, musik, dan visualisasi yang dikemas dengan sangat apik dalam pertunjukkan berdurasi sekitar 105 menit ini.

Complicated yet so simple

Pertunjukkan ini mengisahkan sebuah perjalanan fantasi seorang anak bernama Taraksa menembus langit untuk menjemput belahan jiwanya. Perjalanan tersebut tentu tidak mudah, ada ujian di tiap lapisannya. Dan ketika semua lapisan tersebut telah dilewati, hal apa lagi yang menunggunya di ujung sana?

Alur ceritanya tidak rumit, tetapi elemen musik dan visualisasi mampu membuat pertunjukkan ini begitu emosional. Proyek penggiat seni pertunjukan yang diproduseri oleh Tri Adi Pasha ini berhasil membuat musik dan visualisasi seolah merupakan bagian utama–bukan sekadar pelengkap belaka. Taraksa berhasil dibuat laiknya sebuah brand yang mampu dijadikan apapun–novel, pernak-pernik, kaos, album lagu, apapun!

Taraksa merupakan hiburan yang berkelas. Bagi saya, Taraksa merupakan jelmaan dari peluh dan emosi dari masing-masing orang yang terlibat di dalamnya. Walaupun Balu berkata dalam dialognya, “Kita adalah anak-anak takdir,” tapi bagi saya pementasan Taraksa justru telah menunjukkan bahwa takdir itu merupakan suatu hal yang perlu diperjuangkan. Taraksa adalah buah kesabaran dan mimpi besar Teater Epik.

Yang menarik, kisah Taraksa dan Chiandra kemudian berlanjut di dunia nyata–mereka berbahagia!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s