Pendidikan Kreatif

Sistem pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam kehidupan manusia. Ketika pendidikan salah mengarahkan, maka produknya adalah manusia-manusia yang mungkin dapat merusak peradaban. Oleh karena itu, sistem pendidikan yang baik merupakan suatu keharusan.

Sangat disayangkan bahwa Indonesia belum bisa mewujudkan sistem pendidikan yang baik tersebut. Sistem pendidikan, dan pendidik sendiri, terbelenggu oleh pakem bahwa penyelesaian suatu masalah itu selalu hanya ada satu: 1+1 selalu bernilai 2; bahwa menggambar itu harus dua gunung dengan matahari, jalan sawah, dan awan; dan bahwa sajak itu harus memiliki rima. Di satu sisi, orang Indonesia mampu menjadi peniru dan penghapal yang baik, tetapi di sisi lain ini akan mematikan kreativitas.

Kelli Cooper [1] mencoba memberikan beberapa contoh pendidikan kreatif pada anak yang dapat menanggulangi itu semua. Dengan membebaskan anak-anak dalam berpikir dan berimajinasi dalam permainan, kreativitas pun dapat terasah. Beberapa contoh permainan yang dapat digunakan dalam kelas antara lain: permainan kata, berpikir visual, dan menggambar.

Dalam permainan kata, pendidik akan meminta peserta didik untuk mencari kata-kata yang berhubungan, baik dari kata yang diberikan pendidik, maupun yang diberikan oleh peserta didik lainnya. Saat bermain berpikir visual, peserta didik akan diberikan gambar abstrak untuk kemudian diminta pendapatnya tentang apa yang dilihat dari gambar tersebut. Sedangkan saat menggambar, peserta didik akan diberikan sedikit goretan, bisa berupa sebuah garis atau bidang, untuk kemudian dilanjutkan menjadi sebuah gambar yang dapat menceritakan sesuatu.

Yang terpenting dari semua permainan itu adalah tidak boleh adanya penghakiman terhadap apa yang dihasilkan. Penghakiman tersebut dapat berdampak pada kurangnya kepercayaan diri dari peserta didik dan terkungkungnya pola pikir mereka. Bahkan, ada kalanya seorang pendidik mungkin perlu memberikan peluang untuk pertanyaan terbuka dari suatu permasalahan yang pasti, misalnya pada bidang matematika. Salah satu contoh yang baik untuk ini dapat dilihat di video [2].

Pada akhirnya, kreativitas bukan hanya sekadar kemampuan untuk menggambar dengan baik. Kreativitas merupakan poin yang diperlukan dalam setiap aspek kehidupan, karena hanya dengan berpikir kreatif lah banyak masalah di dunia ini yang dapat terselesaikan.

——

[1] Kelli Cooper, “How to Enhance Creativity in School Children”, http://creativeoverflow.net/how-to-enhance-creativity-in-school-children/

[2] Dan Meyer, “Math Class Needs a Makover”, video: http://www.youtube.com/watch?v=NWUFjb8w9Ps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s