Kembali tentang Tugas Akhir

Hari ini saya dapat kuliah yang menarik sekali. Pengisinya adalah salah satu pendiri program studi Teknik Informatika ITB, Bu Inggriani Liem. Dosen senior yang akrab disapa Bu Inge ini memang selalu terlihat luar biasa. Pembawaan beliau yang bersemangat dan pengalaman yang terejawantahkan dalam setiap perkataan dan gerak-geriknya sangat mudah untuk membuat setiap orang terkagum-kagum. Baru sekali ini kesempatan saya bisa diajar langsung oleh beliau, dan dengan segera saya terkesima.

Kali ini, Bu Inge memberikan materi yang menarik, sesuatu yang mungkin sudah banyak dilupakan oleh mahasiswa di zaman yang serba instan ini, tentang bagaimana memberikan roh dalam riset tugas akhir. Dalam dunia akademik, riset itu merupakan suatu usaha untuk menambah khazanah keilmuan. Riset itu membutuhkan kesungguhan hati, tetapi hanya perlu dimulai dari hal sesederhana rasa penasaran. Bu Inge mencoba menjelaskan cerita ini dengan mencontohkan rasa penasaran yang mungkin muncul di benak Isaac Newton ketika sebuah apel jatuh di dekatnya. Dari hal sesederhana itu, voila, muncul teori gravitasi. Walaupun, tentu saja, semua itu tidak datang tiba-tiba. Ada proses besar yang dilalui Newton hingga muncul teori tersebut.

Sebuah tugas akhir bukanlah proses manufaktur. Tugas akhir terlahir dari proses kontemplasi dan, mungkin, eksperimen. Studi literatur saja terkadang tidak cukup, terlebih lagi untuk tugas akhir yang terkait dengan rekayasa teknologi. Riset dalam tugas akhir merupakan sebuah pemfungsian, pemetaan terhadap kejadian sehari-hari. Di sini, dituntut pemahaman secara holistis, apa sebetulnya manfaat dari tugas akhir ini nantinya. Kata salah seorang senior saya, jangan sampai tugas akhir itu hanya menjadi tumpukan buku di perpustakaan. Kalaupun pada akhirnya manfaat dari tugas akhir tersebut dibatasi karena adanya keterbatasan waktu, tetap perlu dijelaskan apa saja proses perubahan yang perlu dilakukan agar bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.

Saya sendiri pernah mengalami proses tersebut. Saya bersyukur pada akhirnya saya salah memilih topik terlebih dahulu, karena sekarang saya tahu apa yang saya inginkan dengan topik yang saya ajukan. Percayalah, ketika kamu mengajukan topik tugas akhir sendiri, mungkin akan jadi lebih berat, tapi pandanglah itu sebagai tantangan, bukan jadi penghalang yang membuat kita kecut.

Pada akhirnya, memang semuanya perlu dilakukan dengan “cinta” dan sepenuh hati kan?

Iklan

3 tanggapan untuk “Kembali tentang Tugas Akhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s