Selamat Ulang Tahun, Ibu

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ini, ibu saya seharusnya berada dalam waktu yang berbahagia, beliau berulang tahun hari ini.

Sejujurnya, saya jarang sekali bercerita kepada ibu tentang apa yang saya alami. Tidak jarang bahkan beliau yang mesti menanyakan kabar saya setelah sekian lama. Saya mungkin terlalu terlena, terlalu sibuk dengan kehidupan perkuliahan dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan kampus. Namun, saya percaya, saya dan adik-adik saya ada dalam setiap doa yang beliau panjatkan kepada-Nya.

Ibu itu sosok yang sangat mengesankan. Beliau selalu tahu apa yang disukai anak-anaknya, tanpa perlu sepatah kata pun tentang itu. Ibu adalah sosok yang akan selalu mengesampingkan keinginannya hanya untuk membuat anak-anaknya senang, berepot-repot memasak sesuatu yang enak buat kami semua, mengurus rumah yang kerap kali kami tinggalkan berantakan.

Aku terkadang sedih, menyesal, karena beberapa kali bertindak keras kepada ibu. Dulu sewaktu jalan-jalan sama ibu, aku beberapa kali menjadi sebal karena ibu sering bertanya dan khawatir jalannya harus ke mana. Padahal, ibu selalu tahu jalan pulang ketika pergi sendiri. Kata ayah, itulah ibu, selama bisa bertanya, beliau akan bertanya. Namun, ketika ibu sendiri, ibu bisa melakukannya dengan baik. Mungkin, sifat itu juga yang diturunkannya kepadaku. Aku acap kali terlalu khawatir, tapi aku tahu, aku bisa melakukannya ketika pada akhirnya aku harus bekerja sendiri.

Ibu selalu punya mimpi yang baik bagi anak-anaknya, tapi beliau tidak pernah memaksa. Kami dipersilakan memilih jalan hidup kami masing-masing, selama tetap berpegang pada agama, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan tersebut. Tak jarang pula, ibu “menitipkan” mimpi-mimpinya. Sesuatu yang tak berhasil beliau capai dulu ketika masa mudanya.

Tak terasa, ibu pun mulai menua. Rambutnya mulai memutih di sana-sini, kerutan di wajahnya mulai menampak. Aku hanya bisa berharap, ibu masih diberikan kesempatan untuk melihat setiap anak-anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang sukses dan tetap berbakti pada kedua orang tua.

***

Ya Allah, semoga Engkau senantiasa melimpahkan rahmat-Mu kepada ibu kami.

Semoga kelak kami dapat menjadi anak-anak yang berbakti untuknya.

Semoga Engkau menjadikannya kelak sebagai hamba-Mu yang Engkau muliakan di sisi-Mu.

Amiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s