Khutbah Jumat Hari Ini

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini khutbah Jumat-nya menarik. Membahas tuntunan dalam bekerja seperti yang dituliskan dalam Al-Quran. Awalnya, bahasannya mungkin sering didengar, yaitu tentang tiga cara kerja yang penting untuk kita jadikan pedoman: kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Biasa mendengar nasihat yang seperti itu?

Well, begitulah. Dalam hidup ini, beberapa kali mungkin kita pernah mendengarkan orang yang berkata bahwa kita harus bekerja secara cerdas. Istilah kerennya: efektif dan efisien. Masalahnya, terkadang mungkin kita lupa untuk bekerja keras sehingga ketika “cara cerdas” itu tidak berhasil, kita jadi mudah menyerah. Yang perlu diperhatikan di sini, sudah cukup maksimalkah kita dalam bekerja? Sudahkah kita mengerahkan semua tenaga untuk mengerjakan apa pun yang diamanahkan kepada kita?

Pada akhirnya, memang perlu keseimbangan antara kerja keras dan kerja cerdas. Namun, itu saja tidak cukup. Kita harus berserah diri kepada Tuhan, karena Tuhan selalu punya rencananya sendiri. Ada janji kebaikan untuk setiap hal yang sudah kita usahakan dengan maksimal. Namun, hanya waktu yang bisa menjelaskan datangnya janji akan kebaikan tersebut. Untuk itulah, kita perlu kerja ikhlas. Kita harus meniatkan apa yang kita kerjakan hanya kepada-Nya, karena hanya Dia yang mampu memberikan janji yang baik tersebut.

Nah, hal yang menjadi menarik dalam khutbah kali ini, ternyata ceritanya tidak berakhir sampai kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Khatib menceritakan tentang nilai-nilai tambahan yang dapat menjadi pedoman dalam bekerja. Khatib menyitir lima ayat pertama dari surat An-Naazi’aat.

1. Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

2. dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut,

3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).

Khatib menghubungkan ini dengan bagaimana seharusnya kita bekerja dalam hidup. Nah loh? Bingung tidak? Saya sih ketika membuka Quran saat mau menulis ini juga sebetulnya agak takjub. Kok bisa khatib menghubungkan ini dengan cara kerja yang baik?

Begini ceritanya. Tiga ayat pertama menunjukkan apa yang telah saya ceritakan sebelumnya pada tulisan ini. Ayat pertama menunjukkan kerja keras, ayat kedua kerja ikhlas, dan ayat ketiga kerja cerdas. Itu saja sudah agak membingungkan, meski kelihatannya masih berterima. Namun, ayat keempat dan kelima yang justru menarik di sini.

Allah menggunakan kalimat “fa” pada ayat keempat dan kelima. Berdasarkan tafsir bahasa Arab, pemakaian “fa” merupakan sebuah bentuk keniscayaan. Oleh karena itu, kurang lebih gambarannya menjadi: penuhi tiga yang pertama, lalu kita akan dapat yang keempat, dan penuhi syarat keempat, maka kita akan mendapatkan yang kelima.

Khatib menyampaikan, setelah tiga yang sebelumnya dipenuhi, niscaya kita dapat berada di depan sebagian besar orang, yang dalam ayat yang dituliskan di atas menggunakan kata “mendahului”. Akan tetapi, ternyata itu saja tidak cukup. Hal berikutnya yang harus dipenuhi adalah kerja bernas.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “bernas” berarti 1. v berisi penuh, 2. a banyak isinya, 3. a dapat dipercaya. Seingat saya, khatib menggunakan definisi yang pertama untuk kata “bernas” di sini: berisi penuh. Artinya, kita harus dengan sepenuh hati mengerjakan apa yang diamanahkan kepada kita. Apabila kita sudah dapat memenuhi itu, niscaya kita akan sampai kepada tahap terakhir, yang khatib tafsirkan sebagai kerja tuntas: tidak ada kata setengah-setengah dalam bekerja!

Demikianlah. Keniscayaan tersebut insya Allah akan menjamin kebaikan atas apa yang telah kita usahakan.

Wallahua’lam

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s