Mengambil Foto Orang

Saya senang fotografi. Lebih spesifik lagi, saya senang mengambil foto orang. Bukan, bukan foto orang lain, terus saya bawa pulang. Maafkan kalau ambigu. :mrgreen: Yah, intinya, saya senang fotografi dengan objek manusia. People photography. Selalu menarik buat saya untuk dapat mengambil momen bahagia seseorang, minimal saat orang tersebut sedang tersenyum.

Masalahnya, mendapatkan foto orang yang tersenyum itu gampang-gampang susah. Beberapa orang memang fotogenik sehingga kita dapat memintanya beraksi sesuka hati dan hasilnya biasanya sudah bagus dari sananya. Namun, bagi beberapa orang (sebenarnya ini pengalaman pribadi), menahan senyum cukup lama itu pegal. Kalau untuk kasus yang seperti itu, jadi agak menyulitkan karena untuk mendapatkan pengaturan kamera yang baik agar hasilnya optimal juga butuh waktu.

Contoh: Foto setelah konser Rama Widi

Nah, saya-yang-masih-belajar-ini mau berbagi saran supaya bisa dapat foto yang maksimal. Pertama, pahamilah bahwa senyum yang paling maksimal dan cukup natural itu ada pada 3–5 detik pertama pembidikan, jadi sebaiknya perkirakan terlebih dahulu pengaturan yang dibutuhkan sebelum membidik. Kalau masih ragu, bidik sebentar, lalu arahkan kamera ke tempat lain, sebelum benar-benar siap.

Kedua, jangan ragu untuk menggunakan pengaturan otomatis. Pengaturan otomatis itu bukan musuh loh, bukan berarti kita jadi cupu karena pakai pengaturan otomatis. Momen yang akan ditangkap itu jauh lebih mahal harganya daripada pengaturan yang kita harus sesuaikan secara manual. Toh, kebanyakan orang tidak akan bertanya hasil foto tersebut memakai pengaturan otomatis atau manual kan? Kalau masih mau sedikit melakukan pengaturan sendiri, bisa gunakan mode Av (untuk kamera DSLR Canon).

Ketiga, maksimalkan penggunaan lensa tele. Lensa tele dapat digunakan untuk mengambil foto secara candid, yang biasanya menghasilkan momen yang lebih natural. Nah, kalau sudah begini, masalahnya tinggal bagaimana supaya cukup sabar dalam menanti momen dan selalu awas terhadap kejadian di sekeliling. Plus, harus bisa menjaga jarak aman untuk bisa mendapatkan keseluruhan cerita. Walaupun sebenarnya mengambil foto sebagian orang saja sudah dapat dijadikan “cerita” tersendiri.

Keempat, dekatkan diri dengan objek. Berbeda dengan saran sebelumnya, terkadang, mendekatkan diri dengan objek dan meminta kerja sama dari objek juga dapat menghasilkan foto yang bagus loh. Tidak selalu harus candid camera kok. Nah, untuk ini, saya biasanya lebih senang menggunakan fixed lens.

Terakhir, jangan lupa berdoa dan berharaplah pada keberuntungan Anda! 😀

Referensi lebih lanjut silakan lihat di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s