Dua yang Membuat Lupa

Sering tidak sih berhadapan dengan kondisi yang membuat kalian lupa dari penggunaan dari dua hal yang mirip? Arti kata misalnya. Masihkah Anda sering tertukar pasangan sangkil-mangkus dan efektif-efisien? Yang mana yang efektif, yang mana yang efisien? Atau mungkin acuh-tak acuh dengan peduli-tak peduli? Atau mungkin, dalam kasus lain, sering tertukar niat shalat jama’ taqdim dan takhir?

Ah, mungkin saja Anda lupa pada hal yang lebih elektrokimia, kation-anion dan muatan positif-negatif? Lalu, apakah nilai muatan positif-negatifnya sama dengan kasus katoda-anoda?

Lucu ya? Padahal hanya pasangan dua hal, tetapi kita justru sering terlupa. Well, bisa jadi ini karena kita biasanya menggampangkan itu. Mungkin kita jadi berpikiran, “Ah, tinggal menghapal salah satunya, gampang.” Sadar atau tidak, hal yang seperti itu justru yang membuat kita lupa akan sesuatu: menyepelekannya! Ini menjadi penyakit saya memang, sering sekali lupa. Pada banyak hal, memang itu disebabkan karena saya yang sering menyepelekan sesuatu.

Manusia memang tempat salah dan lupa. Memang dua hal tersebut manusiawi kok. Namun, guru saya pernah berkata,

Lupa itu manusiawi, tapi jangan kamu memanusiawikan lupa.

Maksudnya, ya jangan selalu menjadikan alasan lupa itu sebagai tameng sehingga jadi terbiasa. Sebisa mungkin ya berusaha untuk tidak lupa, berusaha tidak menyepelekan sesuatu.

Semoga Allah mengampuni kita yang sering salah dan lupa ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s