Berbagi Kebahagiaan

Untuk waktu yang lama, saya merasa bahwa berbagi kebahagiaan itu adalah dengan menyesuaikan diri dengan orang lain. Ikut senang akan kesenangan orang lain, tertawa pada lelucon yang dilontarkan orang lain meski kadang tidak lucu, atau sekadar menghibur orang lain dengan menjadi pendengar yang baik. Namun, ternyata membahagiakan orang lain tidak selalu seperti itu, kawan.

Secara tidak sadar, saya justru beberapa kali menjadi memaksakan diri untuk menjadi orang yang dapat membahagiakan orang lain. Masalahnya, itu justru membuat orang lain tidak senang, malah bisa jadi tambah kesal dengan masalahnya. “Apa yang salah di sini?” batin saya.

Sedih sekali rasanya ketika keinginan untuk membahagiakan orang lain itu justru berbalik membuat orang tersebut sebal sama saya. Kalau sudah begitu, saya sudah tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan. Bawaannya akan stres sekali.

Kekhawatiran itu terkadang muncul begitu saja, terutama ketika berhadapan dengan orang-orang yang saya sayangi. Akhirnya saya sampai pada suatu pernyataan. Seorang teman berkata, “Just don’t make me feel worse when I don’t expect you to make me feel better.” Well, guys, beberapa orang hanya butuh waktu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Pada akhirnya, kita hanya bisa bersabar dan mendoakan yang terbaik untuk mereka yang kita sayangi.

Membuat orang lain bahagia memerlukan perasaan bahagia dari diri sendiri terlebih dahulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s