Menulis Saat Bahagia

“In my humble opinion as a songwriter, there are only two kinds of love song, there’s “I love you and you love me” and that’s kind of boring, and then those kind of song as “I love you and you love somebody else,” and that’s interesting.” – Sting

Menarik kan kutipan di atas? Well, buat saya itu ada benarnya. Karena memang biasanya kita akan lebih banyak ingin menulis dan lebih sering terinspirasi ketika hati ini sedang dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Entah karena masalah “cinta” seperti yang dikatakan Sting atau bisa juga karena hal lainnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan hits yang sukses itu justru lahir dari cerita yang kurang menyenangkan dari seseorang dan diceritakan dengan sepenuh hati. “Tears in Heaven” misalnya. Eric Clapton sangat berduka dengan kematian anaknya sehingga lahirlah lagu yang melegenda itu.

Dosen Apresiasi Sastra saya dulu pernah berkata, ketika kita ditolak justru itu yang bisa menghadirkan inspirasi. Coba bayangkan, kalau saja hidup kita lancar-lancar saja, apa coba yang akan menjadi cerita dalam hidup kita? Itu tandanya, meskipun dalam keadaan yang kurang baik, kita perlu tetap bersyukur dengan apa yang selama ini sudah didapatkan. Selain itu, seburuk apapun kondisi kita saat itu, ingatlah bahwa bisa jadi ada orang yang keadaannya tidak seberuntung kita.

Sederhananya, tulisan ini sebenarnya saya buat untuk mengisi blog yang sudah hampir dua minggu dibiarkan begitu saja. Yang jelas, saat menulis ini, saya sedang bahagia! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s