Belajar Mengatur Pengeluaran

Pernah mencoba membuat catatan pengeluaran pribadi selama sebulan? Kalau pernah, coba lihat pengeluaran di bulan-bulan biasa Anda (pengeluaran di saat masa kuliah atau kerja). Setelah itu, coba bandingkan dengan pengeluaran saat bulan Ramadhan atau saat liburan.

Bagaimana?

Well, nyatanya tidak sedikit orang yang pengeluarannya justru membengkak di saat seharusnya pengeluaran itu jadi lebih sedikit. Logikanya, puasa itu membuat pengeluaran hanya untuk sahur dan buka puasa, yang artinya ada pengeluaran untuk siang hari yang tidak dikeluarkan. Bagi yang sering ngemil, berarti pengeluarannya juga akan semakin berkurang. Namun, apa yang terjadi? Ternyata pengeluaran kita tetap saja sama, atau bahkan bisa lebih!

Nah, ini yang terjadi pada saya sebulan terakhir. Sebulan terakhir saya menjalani kerja praktik di Bandung. Dengan makan siang ditanggung di kantor, asumsi saya pengeluaran bulan tersebut pun akan berkurang. Namun, ternyata pengeluarannya sama saja, bahkan lebih sedikit dari batas per bulannya. Mengapa ini bisa terjadi? Analisis saya, ini dapat terjadi karena pengaruh asumsi yang mengatakan bahwa pengeluaran makan siang tidak ada sehingga dapat saya alokasikan untuk makan yang lain. Walhasil, ternyata memang pembengkakan terjadi pada pengeluaran untuk makan malam saya.

Biasanya, menurut pertimbangan dari ayah saya, saya tidak perlu terlalu berhemat dalam pengeluaran, minimal seminggu sekali lah makan enak (yang tentunya harus dibayar dengan agak mahal dari biasanya). Setelah dilihat lagi, makan enak per minggu itu frekuensinya jadi meningkat karena asumsi yang sebelumnya itu. Ya kalau begitu, tidak heran sih pengeluarannya sama.

Namun, satu hal yang perlu disadari adalah tidak ada masalah dengan asumsi yang dilakukan, tapi kita perlu tetap hati-hati dalam mengatur pengeluaran. Membelanjakan rezeki di jalan Allah itu diharuskan di dalam Al-Quran kan? Jadi, tidak usah khawatir kalau ternyata pengeluarannya ternyata sama. Yang bahaya justru ketika pengeluaran jadi membengkak dari biasanya!

Semoga Allah melimpahkan curahan rezeki-Nya kepada kita dan semoga kita dapat membelanjakan rezeki tersebut sesuai yang dianjurkan dalam agama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s