Mencoba Menjadi Penyiar

Diambil dari http://www.connox.com

Malam ini, saya jadi teringat tulisan saya yang lama, ketika masih banyak menulis di Multiply dibandingkan di sini. Waktu itu kalau tidak salah dalam rangka tag posting dari salah seorang teman. Isinya kurang lebih meminta saya untuk menceritakan apa saja sih profesi yang ingin saya coba.

Eh, tapi setelah dicek, ternyata yang satu ini tidak ditulis.

Well, saya selalu tertarik dengan yang namanya dunia siaran radio. Menurut saya, hebat gitu ada orang-orang yang bisa cuap-cuap di radio, seperti ngomong sendiri, tetapi ada saja poin yang menarik untuk disimak. Berbeda dengan ayah saya, yang cenderung segera mengganti jika siaran di radio hanya berisi obrolan sang penyiar, saya terkadang justru mencari yang isinya banyak penyiarnya. Oh, tapi jangan salah, saya bukan senang dengan penyiar radio anak muda yang “gaul” begitu. Saya lebih senang dengan suara khas dari Farhan atau Ida Arimurti di Delta FM dulu. Maka, siaran di pagi hari saat saya menuju sekolah yang dulu biasa saya dengarkan di mobil pun menjadi saat-saat yang menarik.

Nah, ketertarikan saya tidak hanya sebagai pendengar saja. Saya selalu berandai-andai, bagaimana rasanya menjadi seorang penghibur di kala kemacetan kota Jakarta di sore hari. Saat orang-orang terjebak di antara mobil-mobil, mungkin hanya suara radio yang dapat menemani dan menenangkan sedikit isi pikiran. Selain itu, saya sering berpikir, bagaimana ceritanya para penyiar radio tersebut dapat aktif berbicara, padahal mungkin tidak ada lawan bicaranya. Wah, sepertinya susah.

Sebetulnya, saya pernah sekali diminta sebagai perwakilan ITB Student Orchestra dalam rangka publikasi acara Movimento, resital gitar dan piano kedua yang diadakan oleh ISO, di KLCBS. Sekali itu, saya jadi tahu bagaimana tampang penyiar yang suaranya empuk terdengar di radio tiap malam itu.

Sering memperhatikan tidak sih? Kalau radio yang biasanya memutar lagu-lagu yang cenderung ballad atau oldies, maka penyiarnya biasanya suaranya empuk. Begitu ngga ya? Hehehe… 😀

Terkait dengan judul dari posting ini, jadi sebetulnya saya dapat kesempatan untuk mencoba menjadi seorang “penyiar” dengan membuat rekaman suara yang seolah-olah sedang siaran radio untuk publikasi Home Tournament ISO. Ternyata memang menarik, dan memang cukup susah. Menarik karena seru untuk mencari celah di mana kita bisa membuat pendengar terhibur dengan apa yang disampaikan, tapi susah karena terkadang kita kehabisan ide untuk hal-hal yang dapat disampaikan atau bagaimana urutan dari hal-hal yang dapat disampaikan tersebut. Biar bagaimana pun, pokoknya menarik deh! 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s