Maaf, Saya Sedang Sibuk

Sebenarnya sih sedang (sok) sibuk. Ini semua gara-gara Fida Amalia, Sang Kaisar (baca: ketua DPA) ITB Student Orchestra.

Jadi, ceritanya saya waktu itu tiba-tiba diminta untuk menggantikan Bung Handal yang sakit untuk menjadi tim survey Kompas pada tanggal 21-27 Januari 2012. Sebenarnya, sempat agak-agak malas gitu ngambilnya, karena waktu itu juga sedang ada tawaran di grup yang “lebih dekat” dengan keprofesian di program studi yang sedang saya tekuni. Nah, karena respon dari empunya proyek lama merespon saya, jadilah saya akhirnya mengiyakan tawaran dari kaisar.

Kemarin (21/1), saya jadi terpaksa mengikuti briefing di Grha Kompas di Jalan Riau. Awalnya, sih, walaupun saya agak malas, tetapi setelah mengikuti briefing ternyata kelihatan seru juga. Intinya, survei yang dilakukan itu mengenai teknologi serta media informasi, beberapa di antaranya terkait dengan layanan Kompas. Nah, saat pembagian wilayah, beruntung saya bisa mendapatkan kecamatan Coblong, tempat saya sedang kos sekarang. Setelah dilihat-lihat, ternyata kecamatan Coblong itu di paling utaranya adalah kelurahan Dago, di paling baratnya adalah kelurahan Cipaganti, di paling selatannya adalah kelurahan Lebak Gede, dan di paling timurnya adalah kelurahan Sadang Serang. Di luar keempat itu, kecamatan Coblong juga terdiri dari kelurahan Lebak Siliwangi (ini adalah daerah ITB dan sekitarnya) serta Sekeloa. Kelurahan yang terakhir disebut itulah yang menjadi tempat kos saya sekarang.

Namun, ternyata kemudahan itu tidak begitu cukup membantu saya dalam mencari-cari rumah yang bisa disambangi untuk diwawancarai pemiliknya. Dua responden yang pertama cukup lancar saya dapatkan: satu di Jalan Bapak Husen Dalam, Cipaganti, dan satu lagi di Jalan Imam Bonjol, Lebak Gede. Kebetulan, kedua orang responden yang saya kunjungi baru saja pulang dari jalan-jalan pagi di Car Free Day Dago. Walhasil, tidak terlalu sulit untuk memastikan bahwa rumah tersebut sedang dihuni pemiliknya.

Sayangnya, dari kedua responden tersebut, ternyata wawancara menjadi sangat sulit karena mereka tergolong orang yang tidak terlalu melek teknologi sehingga beberapa kali perlu saya arahkan untuk dapat menjawab pertanyaan seperti yang dimaksudkan. Namun, saya bersyukur kedua orang tersebut, menerima saya dengan cukup ramah.

Sampailah saya pada pencarian responden ketiga. Setelah saya beristirahat siang sebentar di kos, saya kembali berkeliling. Cukup sulit kelihatannya untuk mendapatkan responden pada jam-jam tersebut, karena orang-orang sedang istirahat siang atau sedang keluar rumah, mungkin berjalan-jalan karena sedang long weekend.

Kepala sudah mulai pusing, perut juga belum cukup terisi, sedangkan jam 3 saya sudah harus menyetor laporan wawancara untuk minimal tiga orang. Beberapa rumah yang saya kunjungi tidak memberikan jawaban setelah saya menekan belnya. Akhirnya, saya pun teringat, saya punya keluarga yang agak jauh di Jalan Raden Patah, sepertinya bisa. Alhamdulillah, ternyata memang sedang ada orang di rumah, dan golongannya pun pas dengan kategori yang sedang saya cari, cukup memberikan warna pada responden saya.

Sayang sekali, ternyata semua lembar survei yang saya kumpulkan masih kurang lengkap dan ada beberapa kesalahan. Wajar sih, mungkin karena baru pertama kali. Semoga saja ke depannya ini dapat selesai dengan baik deh. Doakan ya! 😀

P.S. Believe me, pekerjaan ini tidak semenyenangkan yang saya kira sebelumnya. Hahaha… Hanya saja saya jadi bisa belajar untuk menerima penolakan dan sedikit tahu: susahnya cari uang. Selalu ada sisi positifnya toh? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s