Korupsi

Dua hari yang lalu saya sempat pergi ke beberapa tempat: pertama ke kelurahan buat ngurus e-KTP, kedua ke Kenari buat beli beberapa barang elektronik. Urusan digitalisasi dan kebutuhan akan perangkat elektronik sekarang memang sudah sulit untuk dihindari dengan segala kemudahan yang ditawarkannya. Masalahnya, dengan adanya kebutuhan baru tersebut, maka kemungkinan kebutuhan tersebut menjadi lahan korupsi pun semakin besar.

Alhamdulillah.

Loh?

Ya, alhamdulillah karena ternyata mengurus e-KTP di kelurahan waktu itu saya tidak dipungut biaya sepeser pun (dan memang seharusnya tidak). Pelayanan di sana pun cepat, paling hanya sekitar 5 menit dan langsung beres. Suatu hal yang di beberapa instansi lainnya terkadang menjadi lama karena harus mengurus ini-itu sehingga harus ada uang pelicin untuk mengurus itu semua. Mengurus identitas-identitas penting seperti SIM atau STNK karena satu dan lain hal (hilang, misalnya) acap kali memakan waktu yang sebenarnya tidak perlu selama itu. Mungkin teman-teman yang sempat mengurus sendiri mengalami beberapa pengalaman menarik seputar ini.

Nah, ternyata tindakan korupsi ini saya justru lihat di toko elektronik di daerah Kenari yang saya datangi sore harinya. Di sana, saya lihat seorang bapak-bapak yang membeli kabel twisted pair dengan konektor RJ45-nya seharga Rp 17.000,- (kalau tidak salah), tetapi meminta dibuatkan bon yang tertulis harga Rp 35.000,-. Mungkin, beberapa orang akan mengira itu kecil, atau ada yang bilang kalau itu memang sudah seharusnya jadi upah dia. Bahkan, bapak itu sendiri yang bilang kalau itu untuk uang bensin, minum, dan lain-lainnya sehingga perlu ditambahkan.

Kalau sudah begini, jadi bingung kan, negara ini masa depannya seperti apa ya?

Iklan

6 tanggapan untuk “Korupsi

  1. I don’t believe in this country anymore
    The people who live here are stuck in a corruption circle

    Well, I guess there is only 2 things left to do
    – Indonesia Mengajar, for a better generation
    – Wait for a revolution and take part in it

    1. Dua kali ke sana, dua kali pula cepet beresnya. Yang kedua itu cuma buat ngecap surat yang ketinggalan. Mungkin karena yang lain udah pada ngurus dari kemarin-kemarin kali ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s