LKIR dan Sakit Hati Ini…

Pernah di-post juga di http://aliasting.multiply.com

*sigh* Ah! Tak boleh mengeluh, belakangan ini saya terlalu banyak mengeluh tampaknya. Masih banyak yang patut disyukuri!

Well, jadi ceritanya 7.6.2008, pagi-pagi saya pergi ke tempat atletik sekitar jam 7 kurang sedikit walaupun bangun udah dari pagi-pagi. Kalo kata orang, “Terlalu santai.” Yah, sifat saya yang satu itu kadang emang agak susah ditinggalkan. Kalo bilang janji jam 8, biasanya baru akan berangkat dari rumah sekitar jam 7.50 bahkan 7.55!

Kembali ke cerita, saya hari ini atletik lumayan niat juga. Setelah lompat jauh yang akhirnya bisa bertambah, dari biasanya cuma 3,30 dan ga naik-naik selama beberapa bulan, tadi jadi 3,70! Yeah! Selain itu, hari ini saya lari mengitari lapangan sekitar 2 kali, sekali lari biasa bareng temen-temen, sekali lagi untuk adu sprint sama Ari, Fadhil, Jaka sama Wananda kalo ga salah. Dengan agak sedikit menggila, akhirnya saya yang menang. Yay! Karena kegiatan itu, tumben hari ini saya atletik sampe sekitar 1 jam-an.

Pulang dari atletik, langsung bersiap-siap untuk pergi ke GOR Bulungan untuk mengikuti acara presentasi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diadakan oleh KIRJAS. Sempet nyasar untuk beberapa saat, karena tempatnya ternyata dipindahin ke gedung sebelahnya, akhirnya saya dan Wisnu pun mencari spot yang bagus untuk melihat orang-orang yang mengalahkan kami sampai tim 26 IPA ga lolos.

Tim pertama, SMA 74. Mereka mengangkat materi tentang pengujian kualitas es batu dengan methylene blue. Materinya lumayan bagus sih… Tapi mereka ga lepas dari tajamnya lidah para dewan juri yang terdiri dari Mbak/Bu Lina (seorang dosen UI di bidang sosial yang profilnya mirip Bu Widya, guru Bahasa Indonesia di 26), terus ada dosen Biologi di UI juga, sama yang terakhir Saudara Andi dari KIRJAS. Intinya sih mereka mendapatkan apresiasi yang cukup bagus dari juri, hanya masih banyak yang perlu ditambal.

Lanjut! Tim kedua, Al Azhar 2. Materinya tentang energi basal dalam tubuh, yang ternyata udah berulang kali dipakai oleh beberapa sekolah dalam LKIR. Tim yang satu ini, slide-nya yang kena cecer abis-abisan. Tak ubahnya dengan karya tertulisnya yang ternyata banyak kesalahan-kesalahan elementer di dalamnya (kata jurinya sih…). Al Azhar 2 pun, tak luput dari pembantaian yang baru saja berlangsung.

Next, salah satu yang ditunggu-tunggu, SMA 8. Mereka mengangkat tema tentang pengaruh intensitas cahaya terhadap perkembangan fitoplankton di dalamnya. Hmmm… Yang satu ini sih sebenernya ga bisa dibilang sembarangan juga, cuma kaya’nya tim yang ini ga lebih baik dari tim untuk 8RC bidang IPS beberapa 1-2 bulan yang lalu. Mereka terkesan agak ga siap gitu… Padahal mereka menguasai dan mengerti materinya, cuma mereka ga bisa mengungkapkannya. Mereka kurang bisa menyampaikannya dalam bentuk tertulis. Actually, kemarin beberapa orang dari kita menganggap 8 bisa menang mudah dengan tidak ambil bagiannya kita, plus tidak maksimalnya kerja kita (gaya!). But, ternata mereka a bit dissapointing. Mereka kaya’nya perlu usaha lebih keras untuk bisa menang, jurinya agak kurang puas kaya’nya. Ah, kecewa!

Yang berikut ini sempat memberikan kejutan sedikit karena ternyata mendapat apresiasi yang sedikit lebih dari jurinya walau ga terbebas juga dari ocehan-ocehan mantabz dari mereka. Merekalah MAN 7. Mereka membawakan materi tentang ekstrak Sansevieria untuk menetralisir formalin, tergolong materi yang fresh. Saya pikir mereka salah satu kandidat kuat untuk juara. Don’t know… Oh ya, ga beberapa lama setelah MAN 7 presentasi, Wisnu dan Astri akhirnya keluar mencari angin segar dan menghilangkan kepenatan trus pulang, sementara saya masih agak penasaran sama yang terakhir.

Last one, SMA 47. Menurut saya, tim yang satu ini paling mengecewakan di antara yang lainnya. Biarpun mereka pake SPSS untuk perhitungannya, materinya sangat tidak seru sama sekali: Pengaruh Tumbuhan Hijau dalam Mengurangi Suhu Bumi. Komentar jurinya, “Judul kalian bombastis sekali kalau kami pikir, kalian hanya mengambil sebagian kecil sekali wilayah, tapi judulnya terlalu membesar-besarkan.” Intinya, dewan juri ingin bilang kalo ini sebenarnya masalah sudah banyak diangkat dan terlalu simpel, mudah ditebak. Saya jadi berpikir, “Lalu kenapa tim 26 ga dipilih?” Alasan yang mungkin saya salah-denger dari dewan juri adalah, “Kami memilih yang terbaik dari yang buruk.” I don’t know. Entahlah. Mudah-mudahan saya salah denger.

Well, menilik semua cerita tadi, tak bisa dipungkiri ada rasa sakit hati dalam diri saya. Kecewa. *sigh* Entahlah, tak seharusnya saya seperti ini. Mendengar cerita saya, ayah saya hanya berkata, “Mungkin kakak ga merasakannya hari ini. Tapi, hikmah itu akan datang, dan mungkin baru akan kakak rasakan sebulan atau dua bulan lagi. Percayalah hikmah itu ada.”

Seorang teman juga mengirimkan saya SMS saat saya sedang duduk-duduk sambil sejenak memikirkan masalah itu. Dia memang cukup mengerti apa yang saya rasakan. Isinya begini:

———————————

Kasih sayang Allah mengharuskan tercapainya manfaat dan terhindarnya bahaya. Namun kadang-kadang kita tidak dapat membedakan manfaat dan bahaya. Bisa tercapainya manfaat tersebut bagimu tidak wajar. Engkau tak menyukainya. Seperti seorang anak yang menolak minum obat yang pahit, jangkauan akalnya masih pendek. Ia tak tahu bahwa rasa pahit yang ada di obat itu terdapat kesembuhan. Akan tetapi ayahnya tetap meminumkan obat itu. Si anak menatap ayahnya seolah-olah berkata, “Mengapa engkau menyiksaku?” Ketahuilah, bahwa manfaat yang hakiki terwujud apabila kasih sayang itu sampai kepadamu meskipun engkau tidak menyukainya. Kadangkala terjadi padamu sesuatu yang dengannya Allah hendak mengasihimu, tapi sayangnya engkau tidak memahami.

———————————

Dua orang tadi paling tidak telah membuka hati saya. Tak ada yang patut disesali. Semua ini adalah pelajaran berharga ke depannya. Saya jadi semakin berpikir, “Masih banyak hal untuk disyukuri. Lihat sekelilingmu, banyak orang yang peduli padamu. Tidakkah kau menyadarinya?”

“Terbuktilah kita semakin jumawa. Mari tanya bayangan di kaca, ia tak pernah berdusta.” (Ebiet G. Ade)

Iklan

4 tanggapan untuk “LKIR dan Sakit Hati Ini…

  1. Ya udah nggak perlu difikirkan lebih lanjut…. Kemenangan dan kekalahan ada tingkatannya. Dalam lomba ilmiah seperti itu mungkin ada yang menang “tema”nya tapi karena presentasinya tidak siap maka akan mengurangi nilainya. Sedangkan ada pula yang “menang” dalam presentasinya namun dalam presentasi tertulisnya tidak baik sehingga juga akan mengurangi nilai.

    Kemenangan dan kekalahan semuanya dapat terjadi secara relatif…. dan sepertinya hampir tidak ada kemenangan yang dicapai secara absolut. Lihat saja nanti contohnya juara Euro, yang juara Euro nanti mungkin saja di babak grup ia pernah menderita kekalahan sehingga kemenangan yang dicapainya juga tidak mutlak…….
    ______________________
    Alias: Yah… gitu deh. Tapi kenapa di olimpiade sains gitu ada absolute winner ya? Ah, tapi saya sudah mencoba untuk menghilangkan semua rasa sakit hati itu. 😀

  2. Cheer Up 😀 perjalanan mu masih panjang.. Fight2..
    __________________
    Alias: Yo! Ini bukan akhir dari segalanya. Semoga sedikit langkah kemunduran ini bisa berarti banyak langkah ke depannya.

  3. Kata absolute winner di situ lebih pada makna kiasan saja untuk menamakan sebuah gelar. Tentu saja hal itu ‘sah2’ aja… walaupun mungkin kemenangannya tidak benar2 absolut. 🙂

  4. tnang ajaa li.., mgkn emg persiapan lo krg matang jg,. cz kan pas LKIR, ank2 KIR jg lg pd sibuk ngurusin KOSTERCIX..,, qta smua maklumin koo.,,!!
    ________________________
    Alias: Iya… Terima kasih buat pengertiannya. Semoga KIR tahun ini bisa jauh lebih baik lagi. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s