Gagal Pindahan

Kemarin saya mencoba menginstalasi Linux Mint 14 64-bit karena sudah beberapa hari ini saya agak terganggu dengan Ubuntu yang sering mengalami crashLive booting sudah berhasil dilakukan, tinggal masalah instalasi permanen saja. Saya sudah agak khawatir karena dulu sempat ingin menginstalasi, saya urungkan di tengah jalan, eh tiba-tiba muncul pesan error dari installer-nya. Namun, saya beranikan diri untuk tetap mengintalasi.

Benar saja, di tengah-tengah instalasi, muncul pesan fatal error karena grub tidak berhasil diinstalasi. Grr…

Akhirnya, dengan memanfaatkan live booting, saya mencoba mencari grub-repair. Setelah utak-atik dari hasil googling, saya berhasil memunculkan grub-nya. Alhamdulillah. Mari kita ribut reboot.

Setelah reboot, muncullah tulisan cantik itu: Linux Mint 14 64-bit. Yeay!

Dengan jemawa saya klik saja. Banzai!

Eh, jadi blank screen.

Ditungguin lama… masih tidak bisa jalan juga. Nampaknya ada masalah dengan graphic card compatibility.

Yah… Kelihatannya saya akan pindah ke Debian.

Jalan-jalan ke Kepompong Gendut

Salah satu bagian dari kegiatan kelas Kreativitas dan Inovasi adalah field trip. Nah, berhubung untuk UAS kami diminta membuat sebuah iklan, jadi kami dibawa ke Kepompong Gendut, sebuah production house skala rumahan. Walaupun skala rumahan, tapi mereka sudah bisa membuat Mak Gondut — salah satu pemeran di film “Demi Ucok” — diganjar Piala Citra 2012 kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik. Hebat kan?

Di kantor yang sederhana tapi sangat menarik ini, kami diceritakan bagaimana proses pembuatan film “Demi Ucok”. Film ini dikoproduseri oleh 10.000 orang. Well, yes, ini karena keterbatasan rumah produksi skala rumahan ini. Namun, keterbatasan bukan berarti tidak bisa menghasilkan sesuatu yang besar kan?

Demi apa?

Demi apa?

Sammaria Simanjuntak selaku pimpinan dari production house ini berbagi banyak hal dengan kami. Beliau menunjukkan bahwa sebuah ide yang sederhana tetapi dijalani dengan serius dapat menghasilkan sesuatu yang besar. Terdengar klise, tapi memang begitulah. Tidak ada yang sulit sebetulnya di hadapan Tuhan kan?

Sayang saya belum sempat menonton film ini!

Happy Anniversary!

Malam ini, saya sedikit terkejut ketika membuka WordPress. Ada notifikasi berlambang piala. “Ada apa ya?” saya membatin. Setelah dibuka, ternyata ada ucapan selamat dari WordPress,

Happy anniversary!

Setelah dilihat, ternyata ini sudah tahun kelima saya menulis blog di WordPress. Tidak terasa ya? Waktu cepat sekali berlalu. Rasa-rasanya belum lama saya membuat blog pertama saya di Multiply (yang sekarang sudah dijadikan online marketplace; kabarnya bahkan mau tutup per bulan Juni 2013 ini). Blog pertama saya waktu itu seingat saya tentang ulasan film “Nagabonar Jadi 2″ — masa-masa ketika tulisan saya masih banyak warnanya.

Happy anniversary!

Happy anniversary!

Sekarang, sudah lima tahun saya menulis di sini, berbagi cerita, keluh kesah, hingga tugas-tugas kuliah. Sudah selama ini, dan selalu menarik rasanya membuka-buka tulisan lama saya. Melihat transformasi yang terjadi dalam diri ini. Aneh, tapi menyenangkan.

Tiba-tiba, batin saya berbisik — bertanya,

Apakah saya jadi semakin baik seiring dengan bertambahnya usia?

Perlu Ide Bisnis Menarik?

Sekali lagi pembahasan artikel dari BusinessNews Daily. Kali ini tentang ide bisnis menarik dari tahun 2011. Yah, dengan perkembangan teknologi yang ada seperti sekarang, tentu saja membuka berbagai jenis model bisnis yang baru.

Nah, berikut saya cantumkan 45 ide bisnis yang menarik tersebut:

  1. Career coach.
  2. Personal social media consultant.
  3. Memory organizer.
  4. Invasive species pest management.
  5. Tablet app development.
  6. Online video production. 
  7. Specialty foods provider.
  8. Online privacy management. 
  9. PR for socially responsible businesses. 
  10. Personal concierge.
  11. Senior care services. 
  12. Resale retail.
  13. Home day care. 
  14. Yard work. 
  15. Affordable Computer maintenance. 
  16. Cleaning service. 
  17. Energy efficiency consultant. 
  18. Recycler. 
  19. Pet sitter.
  20. Organizer. 
  21. Virtual assistant.
  22. Remote bookkeeper. 
  23. Translator. 
  24. Cost cutter. 
  25. Social media consultant. 
  26. Copywriter. 
  27. Health insurance consultant. 
  28. Home Renovation. 
  29. Tree care.
  30. Taxi service. 
  31. Local farming. 
  32. Commuting service. 
  33. Residential environmental-assessment service. 
  34. Small-biz social media. 
  35. Interior design. 
  36. Education consultant. 
  37. Kids consignment shop. 
  38. Local Internet marketing consultant. 
  39. App designer. 
  40. Green consultant. 
  41. Off-hours child care. 
  42. Ecommerce warehouse/shipping.  
  43. Business security consultant. 
  44. Party business. 
  45. Tablet repair.

Mari kita bahas beberapa ide bisnis yang menarik di sini.

  1. Personal social media consultant. Saya pikir aneh juga ada yang begini, tetapi memang nyatanya di media sosial lah kita tidak bisa berbohong. Oleh karena itu, disediakan jasa konsultan yang akan menganalisis akun media sosial Anda, lalu memberitahukan kelebihan dan kekurangan Anda sebagai dasar pengembangan diri. Menarik kan?
  2. Virtual assistant. Ketika kehidupan Anda sudah penuh dengan kegiatan sehari-hari, belum lagi ditambah dengan berpuluh surel yang menumpuk dalam kotak surat digital Anda, hingga berbagai tagihan yang mendatangi, mungkin Anda akan memerlukan orang yang mau mengerjakan itu semua untuk Anda. Well, tidak semua orang bersedia bekerja penuh untuk ini, tapi bukan tidak mungkin disewa seorang asisten paruh-waktu yang mau menggantikan Anda di dunia maya kan?
  3. Green consultant. Bukan, bukan konsultan berwarna hijau seperti The Incredible Hulk itu. Maksudnya, dengan berseliwerannya slogan “Go green!” di mana-mana, rasa-rasanya mulai banyak perusahaan yang berusaha untuk menarik hati pelanggannya dengan ikut dalam kampanye berhijau ria. Lalu, masa’ perusahaan harus mempekerjakan orang khusus untuk ini? Nah, untuk itulah ada green consultant.

Bisa buat ide yang lebih gila dari itu?

Fashion Trend Forecasting

Pernah menduga-duga apa sih yang kira-kira akan jadi tren busana di suatu tahun? Atau bahkan Anda mungkin sering mengikuti berita-berita tentang busana? Well, situs trendstop mungkin dapat menjadi acuan Anda.

what they offer...

what they offer

Saya sebetulnya tidak mengikuti tren busana, tapi toh inspirasi bisa datang dari mana saja kan? Nah, trendstop menawarkan peningkatan penjualan produk busana melalui layanan yang diberikannya. Konsultan yang membantu langsung di lapangan hingga berita tentang tren terbaru jadi keutamaan mereka.

about them...

about them

Nah, di bagian “About Us”, yang menarik adalah trendstop mengklaim bahwa mereka melakukan pendekatan terhadap orang-orang yang berpengaruh untuk memperkenalkan tren secara lebih luas. London sebagai salah satu pusat dunia. Dalam ilmu komunikasi massa, pendekatan terhadap opinion leader memang merupakan salah satu topik yang menarik untuk diteliti karena pemanfaatannya seperti yang disebutkan oleh trendstop ini.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut?

Linux Mint

Setelah awalnya gagal mencoba booting melalui USB live key, akhirnya saya berhasil juga membuka Linux Mint. Yay!

Ceritanya, saya sedang iseng-iseng akhir-akhir ini mencari distro Linux yang lain. Mungkin sudah sedikit bosan dengan Ubuntu. Nah, hadirnya Nadia ini kelihatan menarik. Beberapa ulasan juga mengungkapkan bahwa Linux Mint cenderung lebih stabil dibandingkan Ubuntu. Walhasil, saya cobalah untuk mencari installer-nya.

Dengan menggunakan Linux Live USB Key, awalnya laptop saya gagal untuk menjalankan live booting. Ada pesan yang muncul di awal, “Syslinux 4.03 2010-10-22 EDD Copyright (C) 1994-2010 H. Peter Anvin et al.” Masalahnya, laptop saya tidak kunjung bergerak dari sana. Sudah ditunggu sekitar 10 menit pun, tak ada perubahan.

Akhirnya, saya mencoba instalasi ulang Linux Live USB Key menjadi versi yang terbaru, dan memberikan alokasi untuk persistent mode. Saya restart laptop, dan tiba-tiba Linux Mint bisa berjalan dengan lancar! Wah, senang sekali rasanya bisa melihat Cinnamon di Linux Mint ini.

Kalau nanti sudah lebih senggang, nampaknya saya akan pindah ke Linux Mint, mencoba melihat apakah memang Linux Mint ini lebih stabil.

Linux Mint

Linux Mint

Yang jelas sih Linux Mint ini memang terlihat lebih segar!

Sistemnya atau Orangnya?

Dalam sebuah organisasi — baik laba atau nirlaba — saya terkadang bertanya, apa yang paling penting dalam sebuah organisasi tersebut: sistem atau orang? Seorang teman pernah mengatakan bahwa sistem yang penting, karena biar bagaimanapun orangnya, kalau sistemnya sudah bagus, organisasi tersebut tetap bisa berjalan. Namun, saya sendiri selama ini berpikiran bahwa lebih penting orangnya, karena merekalah yang dibina, merekalah yang punya ilmunya. Kalau menurut Anda bagaimana?

Untungnya, fenomena yang terjadi di sekeliling kita dapat menjadi pembelajaran yang berharga untuk menjawab itu. Percayalah, waktu kita tidak akan cukup proses belajar kita menggunakan prinsip “baru mengerti ketika kita sudah salah”. Kita perlu belajar dari kesalahan orang lain. Jadi, mari kita bahas satu-satu.

***

Lingkungan kampus telah menunjukkan pada saya bahwa mengelola orang itu penting. Dengan perlakuan yang baik dan adanya kesamaan “suhu”, sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik, meski secara sistem belum kokoh. Bisa dikatakan, ada poin bernama “kultur” di sana. Sesuatu yang mendasari kegiatan karena kebiasaan.

Namun, apa yang terjadi setelah sekian lama? Pola pikir orang berubah, peradaban tak lagi sama, bukan tidak mungkin kultur itu akan luntur. Lalu, apa pula yang mungkin terjadi ketika ternyata orang-orang tersebut bergerak hanya karena figur yang mengayomi dan orang tersebut tiba-tiba menghilang? Tak ada sistem di situ, anak ayam akan kehilangan induknya. Panik.

***

Dunia bisnis akan mengajarkan kita sesuatu yang berbeda. Orang dibayar di sini sehingga ada ancaman ketika seseorang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sudah ada sistem yang bisa dikatakan baik. Ada yang mangkir? Pecat saja, ganti yang baru. Lihat saja sekian banyak perusahaan yang sudah berganti pemegang tampuk kepemimpinan, tapi masih bertahan sampai sekarang.

Simpel? Tidak juga. Kalau mau menggunakan hati nurani, bayangkan saja berapa orang yang menjadi tanggungan si terpecat. Masih tega? Oke, saya berikan cerita yang lain kalau begitu. Mari kita sedikit menengok sejarah.

Mustafa Kemal Atatürk | from http://ayvazburckancpl.k12.tr/

Kekaisaran Turki Ottoman pernah mencapai kuasanya di dunia ini. Tumbuh besar sebagai negara multietnis dan multireligi, pada akhirnya kekaisaran ini runtuh di tangan Mustafa Kemal Atatürk yang memutuskan untuk membubarkan kekaisaran tersebut dan mengubahnya menjadi republik. Nah, saya tidak mau membahas apa yang melatarbelakangi itu semua, tapi yang ingin saya soroti di sini adalah: pengaruh orang tidak sekecil itu kan?

***

Mungkin para pembaca sudah mulai bisa menyimpulkan dari sedikit uraian di atas. Sistem dan orang layaknya dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Sistem yang baik memang perlu, karena yang diperlukan adalah orang yang mau bekerja demi kelangsungan organisasi, bukan demi kepentingan seseorang. Namun, rasanya sulit sekali menemukan sistem yang benar-benar sempurna sehingga kehadiran orang-orang yang berdedikasi dan potensial juga sangat diperlukan.

Lalu, apa yang perlu kita kelola?

“Pengetahuannya,” kalau kata ayah.

Wallahua’lam.